Gubernur Jabar Dedi Mulyadi fasilitasi 18 siswi SMKN 2 Garut ke salon untuk pemulihan mental usai polemik pemotongan rambut di sekolah/Foto: Humas Pemprov JabarIndoragamnewscom, GARUT-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memfasilitasi 18 siswi SMKN 2 Garut untuk merapikan rambut di salon profesional. Langkah ini sebagai bagian pemulihan mental dan kepercayaan diri usai polemik pemotongan rambut di sekolah.

Dedi juga menemui langsung para siswi dan orang tua untuk mendengarkan keluhan serta memastikan penanganan dilakukan secara terbuka.
Peristiwa pemotongan rambut terjadi saat sejumlah siswi selesai mengikuti pelajaran olahraga. Mereka didatangi guru bimbingan konseling untuk pemeriksaan kedisiplinan. Tindakan itu memicu protes orang tua karena dinilai dilakukan tanpa pendekatan persuasif, termasuk terhadap siswi berhijab.
“Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu saya, siswanya sudah ketemu. Jumlah semuanya 18 orang, sudah selesai,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Minggu (10/5/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai pendekatan pemulihan penting agar kondisi psikologis siswa tetap terjaga setelah peristiwa tersebut menjadi perhatian publik.
“Nanti sore ada tayangan lengkapnya di YouTube saya agar bisa dilihat dengan jelas apa yang dilakukan,” kata Dedi.
Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, membenarkan adanya tindakan pemotongan rambut terhadap siswa yang dianggap melanggar aturan sekolah terkait pewarnaan rambut.
“Terjadi pemotongan rambut anak yang diwarnai karena akumulasi laporan dari wali kelas dan masyarakat bahwa anak SMK rambutnya berwarna,” ujar Nur Al Purqon.
Pihak sekolah mengaku telah meminta maaf kepada siswi yang terdampak dan berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap kasus ini menjadi evaluasi agar pembinaan kedisiplinan di sekolah tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan menghormati hak siswa.







Tidak ada komentar