BBPOM Aceh dampingi produksi garam yodium rakyat di Pidie Jaya. Targetkan produk memenuhi standar BPOM dan dukung pencegahan stunting/Foto: Media Center PidieIndoragamnewscom, PIDIE-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengawasan pangan dan pemberdayaan UMKM lokal melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie Jaya.

Kunjungan dipimpin langsung Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, dan disambut Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.
Tim BBPOM Aceh bersama Dinas Perikanan dan Kelautan meninjau kesiapan fasilitas produksi garam yodium rakyat sekaligus menilai potensi dan kelayakan sarana untuk memenuhi standar produksi pangan olahan yang baik.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyampaikan pengembangan garam yodium rakyat memiliki nilai strategis, baik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun peningkatan kesehatan.
“Produksi garam yodium rakyat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Selain mendukung UMKM lokal, keberadaan garam beryodium juga berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat,” kata Riyanto dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Bidang Sertifikasi BBPOM Aceh akan menindaklanjuti dengan pendampingan pemenuhan aspek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) atau Izin Penerapan CPPOB (IP-CPPOB) bagi sarana produksi garam rakyat tersebut.
Pendampingan ini bertujuan agar produk garam lokal mampu memenuhi standar keamanan pangan, memperoleh izin edar resmi BPOM, serta memiliki daya saing untuk dipasarkan secara lebih luas.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyambut baik dukungan dan pendampingan dari BBPOM Aceh. “Kami berharap sinergi ini dapat membantu pelaku usaha lokal berkembang lebih baik dan menghasilkan produk yang aman, berkualitas, serta mampu menjadi kebanggaan daerah,” ungkapnya.







Tidak ada komentar