Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Humas KemenkeuIndoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Keuangan mencatat lonjakan tajam pada penerimaan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang menembus angka Rp221,2 triliun hingga akhir April 2026.

Pertumbuhan signifikan sebesar 40,2 persen ini menjadi indikator kuat bahwa konsumsi domestik masih bergairah, sekaligus menyangkal tudingan mengenai perlambatan roda ekonomi nasional.
Gairah pasar ini terkonfirmasi dari melesatnya transaksi di sektor otomotif pasca-libur Lebaran. Penjualan sepeda motor berbalik tumbuh 28,1 persen setelah sempat terkoreksi pada bulan sebelumnya, sementara pasar mobil melonjak hingga 55 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa normalisasi aktivitas masyarakat menjadi katalis utama di balik rebound tajam sektor transportasi ini.

Dinamika konsumsi tersebut turut menjaga postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap solid melalui kontribusi total penerimaan pajak yang tumbuh 16,1 persen.
Dari realisasi konferensi pers APBNKiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026), pendapatan negara tercatat mencapai Rp918,4 triliun.
Adapun belanja negara terserap Rp1.082,8 triliun, sehingga menempatkan posisi defisit anggaran pada angka Rp164,4 triliun.
Manajemen fiskal yang melandai ke angka 0,64 persen dari produk domestik bruto ini mengindikasikan efisiensi penyerapan yang kian sehat dibandingkan rapor merah defisit bulan sebelumnya.
Selain ditopang oleh kesadaran wajib pajak, optimalisasi penerimaan ini juga dipengaruhi oleh perluasan sistem coretax yang mulai memperlihatkan efektivitasnya di lapangan.
Pada sektor kepabeanan dan cukai, tren positif ikut terdongkrak oleh kenaikan produksi hasil tembakau triwulan pertama yang menyentuh angka Rp74,8 triliun.
Di sisi lain, arus impor komoditas energi seperti LPG dan material proyek strategis berhasil menjaga stabilitas bea masuk.
Kendati kinerja bea keluar masih tertahan, pemulihan harga minyak sawit mentah di pasar global mulai memberikan sinyal perbaikan pada neraca perdagangan.







Tidak ada komentar