Lima penyebab medis munculnya memar tanpa cedera: dari perubahan aktivitas, penuaan kulit, efek obat, hingga kondisi serius yang perlu diwaspadai/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Muncul bercak ungu atau kebiruan tanpa rasa terbentur. Beberapa orang mengalaminya usai bangun tidur. Yang lain menemukannya saat berganti pakaian.

Menurut para ahli di Nuvance Health, memar terjadi karena pecahnya pembuluh darah kecil—kapiler—di bawah kulit, lalu darah terperangkap dan berubah warna seiring waktu.
Lokasi memar tak selalu tepat di titik benturan. Gravitasi bisa menggeser darah ke area bawah. Sarah Young, dokter spesialis onkologi dan hematologi, mengatakan sebagian orang memang memiliki kecenderungan genetik sehingga kulitnya lebih sensitif terhadap tekanan sekecil apa pun. Berikut lima alasan medis mengapa tubuh mudah memar tanpa cedera jelas.
Perubahan aktivitas harian. Rutinitas baru sering menjadi pemicu yang luput dari kesadaran. Olahraga baru, memelihara hewan peliharaan aktif, atau sekadar lebih banyak bergerak bisa memicu benturan kecil. Benturan itu tak terasa sakit, tapi cukup untuk memecahkan pembuluh darah.

“Kemungkinan besar kamu termasuk orang yang secara alami lebih mudah memar, dan perubahan dalam hidup membuat kecenderungan itu terlihat,” kata Young.
Penuaan kulit. Memasuki usia 40 tahun ke atas, lapisan epidermis menipis. Bantalan lemak pelindung berkurang. Kathleen Mueller, dokter spesialis, menjelaskan kondisi ini membuat pembuluh darah lebih terekspos.
Trauma ringan yang di masa muda tak meninggalkan bekas kini bisa memicu lebam. Hilangnya kolagen dan elastin juga melemahkan struktur kulit.
Efek obat. Beberapa jenis obat mengganggu mekanisme pembekuan atau menipiskan kulit. Pengencer darah seperti warfarin, aspirin, atau clopidogrel mencegah pembekuan normal. Kortikosteroid yang digunakan jangka panjang menipiskan jaringan kulit.
Golongan SSRI—antidepresan tertentu—diketahui memengaruhi fungsi trombosit. Suplemen herbal seperti ginkgo biloba, ginseng, dan minyak ikan dosis tinggi juga memiliki efek pengencer darah.
Pola makan dan alkohol. Kekurangan vitamin C melemahkan kolagen yang memperkuat dinding pembuluh darah. Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang mengganggu fungsi hati dan sumsum tulang.
Akibatnya, produksi protein pembekuan dan trombosit menurun. Kekurangan vitamin K, yang berperan sentral dalam proses koagulasi, juga bisa menjadi penyebab.
Kondisi medis serius. Dalam kasus yang lebih jarang, memar menjadi sinyal gangguan kesehatan. Kelainan darah bawaan seperti hemofilia atau penyakit Von Willebrand. Gangguan hati mengganggu produksi protein pembekuan.
Kanker darah seperti leukemia, meski sangat jarang, juga bisa menimbulkan memar tanpa sebab. Biasanya kondisi ini diikuti gejala sistemik lain.
Kapan harus ke dokter? Young menyarankan pemeriksaan medis segera jika memar disertai: bintik merah kecil (petekie) yang banyak, pendarahan sulit berhenti pada gusi atau mimisan berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab, demam, atau pembengkakan kelenjar getah bening, memar di area tak biasa seperti perut, dada, atau wajah. Memar yang muncul tiba-tiba dalam jumlah banyak tanpa benturan juga perlu diwaspadai.
Sebagian besar memar hilang sendiri dalam dua minggu. Namun memahami sinyal yang diberikan kulit adalah langkah awal menjaga kesehatan.







Tidak ada komentar