Presiden Prabowo Subianto/Foto: SetrpesIndoragamnewscom, KEBUMEN-Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kebumen, Jawa Tengah. Proyek yang sudah berjalan tiga tahun itu disebutnya memiliki tingkat produktivitas tertinggi dunia.

Dalam kunjungannya, Prabowo menerima laporan bahwa satu hektare tambak mampu menghasilkan 40 ton udang. Dengan harga jual Rp70 ribu per kilogram, nilai per hektare mencapai Rp2,8 miliar.
“Jadi bapak-bapak, ibu sekalian, hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang. Di proyek ini sudah 3 tahun dan panennya sekarang sudah hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Jadi sangat menjanjikan,” ujar Prabowo di lokasi, Sabtu (23/5/2026).
“Tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa 40 ton ya. Berarti dan harganya sangat bagus, harganya Rp70 ribu per kilo. Berarti per ton Rp70 juta,” tambahnya.

Kepala Negara mengungkapkan, produktivitas tersebut bukan sekadar angka. Di belakangnya, ada 650 tenaga kerja lokal yang terserap. Mereka bekerja di kawasan tambak seluas 100 hektare yang mulai dibangun pada 2022—dengan 65 hektare di antaranya sudah beroperasi penuh.
“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap, berapa orang yang kerja sekarang? 650 orang, orang setempat 650 orang bekerja,” jelasnya.
Pemerintah tak berhenti di Kebumen. Prabowo menyebut ada proyek serupa yang sedang digarap di sejumlah daerah: kawasan seluas 2.000 hektare di Waingapu, 200 hektare di Gorontalo, serta 14 ribu hektare di Pantai Utara Jawa Barat—yang terakhir ini khusus untuk budidaya ikan.
“Di daerah-daerah seluruh kita mulai sekarang menambah, kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” tegasnya.
Menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, produksi udang vaname di provinsi itu sepanjang 2025 mencapai 26.313 ton. Kebumen sendiri menyumbang 1.850 ton di antaranya. Sementara pada triwulan I 2026, ekspor udang Jawa Tengah sudah menyentuh 1.300 ton senilai Rp178,8 miliar.
BUBK Kebumen sendiri dikembangkan dengan sistem modern: intake air laut, kolam tandon, saluran inlet-outlet terpisah, hingga instalasi pengolahan air limbah. Hingga siklus operasional kedelapan, total produksinya mencapai 1.151.497 kg dengan nilai PNBP Rp83,3 miliar.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah mewujudkan swasembada protein. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut 2026 adalah tahun fokus pada sektor perikanan dan peternakan, setelah klaim swasembada beras tercapai.







Tidak ada komentar