E7AM Football Challenge untuk pembinaan sepak bola usia dini di Lapangan Pusdikpom Cimahi/Foto: ISTIMEWAIndoragamnewscom, BANDUNG-E7AM Football Challenge menjadi sorotan setelah pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, menginisiasi festival sepak bola usia dini di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan sepak bola usia dini dengan pendekatan bermain yang menyenangkan, bukan kompetisi berbasis hasil.

Bersama E7AM Apparel sebagai penyelenggara, festival ini diikuti ratusan peserta dari kelompok usia 8, 9, 10, dan 11 tahun. Tingginya minat membuat panitia mencatat jumlah pendaftar melampaui kapasitas kegiatan.
Pembina E7AM Football Challenge, Yadi Mulyadi, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan berlangsung lancar. Ia menilai respons peserta dan orang tua cukup positif sejak awal kegiatan dimulai.
“Di E7AM Football Challenge ini kita tidak mencari juara, tetapi membina anak-anak supaya bergembira karena fase ini adalah fase kegembiraan,” ujar Yadi.

Ia menjelaskan, konsep pembinaan yang menitikberatkan pada kegembiraan telah disosialisasikan kepada pelatih dan orang tua.
Anak-anak diminta menikmati permainan tanpa tekanan untuk meraih kemenangan.
Mantan pemain Persib itu menilai pengalaman bermain dalam suasana santai akan menjadi bekal penting bagi perkembangan anak-anak di masa depan. Menurutnya, proses belajar di usia dini seharusnya difokuskan pada kecintaan terhadap sepak bola.
Minat tinggi terhadap festival ini terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah. Panitia bahkan mencatat adanya daftar tunggu untuk seri berikutnya.
“Antusias peserta sangat luar biasa, masih ada waiting list. Mungkin nanti di series kedua akan direncanakan supaya mereka bisa merasakan E7AM Football Challenge,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan kebutuhan akan ruang pembinaan sepak bola usia dini yang lebih luas dan rutin, terutama di tingkat lokal.
Ramdan yang bertugas sebagai talent scouting menilai kegiatan ini memiliki dampak positif. Ia melihat festival ini bukan hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga ruang pengamatan bakat serta pembentukan nilai sosial.
“Acara ini sangat bagus sekali. Betul kata pembina, bukan untuk mencari siapa yang juara, tetapi membina pemain usia dini serta menanamkan nilai sosial. Anak-anak harus bersenang-senang bermain bola,” jelas Ramdan.
Menurutnya, penilaian terhadap peserta tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik. Sikap sportif, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada teman, pelatih, dan lawan menjadi bagian penting dalam pembinaan.
Dari hasil pengamatan di lapangan, ia menilai kualitas peserta cukup baik dan menunjukkan potensi yang dapat dikembangkan.
“Melihat antusias sangat baik sekali, luar biasa sekali ya, ini potensi anak-anak lihat talent itu luar biasa sekali gitu ya. Nah kita lihat mudah-mudahan ke depan ada yang menjadi Beckham Putra berikutnya,” terangnya.
Ramdan mengingatkan bahwa sepak bola usia dini seharusnya tidak dibebani target prestasi. Ia menekankan pentingnya fokus pada perkembangan individu pemain sebagai fondasi masa depan.
Menurutnya, pembinaan perlu dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan agar anak-anak memiliki ruang belajar bertanding yang cukup.
“Penting sekali ya harus berjenjang tentunya harus sering digelar. Ya saya berharap ke depannya tidak hanya sehari dua hari tapi ada setiap minggu ada pertandingan begitu,” ungkapnya.







Tidak ada komentar