Pameran mobil W3st Side digelar di dalam Gedung Bandara Husein Sastranegara Bandung, klaim pertama di Indonesia. 60 mobil dari berbagai daerah hadir/Foto: Dokumen Penyelengara Pameran W3st SideIndoragamnews, BANDUNG-Pameran otomotif bertajuk W3st Side hadir dengan konsep tidak biasa: digelar di dalam gedung Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Event perdana ini menghadirkan 60 mobil dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek hingga Yogyakarta.
Founder W3st Side, Zikri Zime, mengatakan kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang berkumpul komunitas, tetapi juga untuk memperkenalkan dunia otomotif ke generasi muda sejak dini.
“Kita bisa mengenalkan otomotif dari sejak dini, sampai nanti dia juga bertumbuh. Dia udah bisa melihat mobil yang bagus kayak apa, event yang bagus kayak apa. Makanya dari usia 0 sampai 7 tahun kita gratiskan,” kata Zikri, Sabtu (16/5/2026).

Zikri mengaku terkejut dengan antusiasme pengunjung. Padahal event ini baru pertama kali digelar.
“Kalau misalkan sudah lihat hari ini, kurang lebih 1.000 orang sudah memenuhi. Tapi kan ini belum jamnya. Masih ada yang di luar, ada yang makan siang dan lain-lain,” katanya.
Project Manager W3st Side, Fahmi Darmajati, mengungkapkan alasan memilih bandara sebagai lokasi. Menurutnya, pihaknya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dan diklaim pertama di Indonesia.
“Saya mau membuat sebuah terobosan baru. Sejauh yang saya tahu, dan sepengetahuan saya, ketika saya searching, itu belum ada event mobil, car exhibition, yang berada langsung di dalam gedung bandara,” ungkap Fahmi.
“Di dalam gedung bandara itu artinya bener-bener ada di depan loket langsung, di lantai duanya juga ada. Jadi ini suatu pembeda yang cukup signifikan menurut saya, dibanding car exhibition lainnya,” lanjutnya.
Fahmi mengakui konsep tersebut tidak mudah direalisasikan. Penyelenggara harus melewati beberapa tahap perizinan sesuai regulasi bandara.
“Berdasarkan regulasi, itu kita masih menggunakan regulasi airport. Ditambah kita ada peraturan dari mulai lalu lintas TNI, lalu perizinan airport, ditambah dengan ini atap kita itu hanya berjarak 3 meter, yang di mana 3 meter ini isinya adalah alarm detektor semua,” jelasnya.
Dengan antusiasme positif dari pengunjung, Fahmi berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan.
“Kalau misalkan untuk jadi annual event, kita pengen sekali. Soalnya kita tadi ngomongnya kultur. Akhirnya jadi sebuah budaya, jadi sebuah movement yang keren nih,” ucapnya.







Tidak ada komentar