Pertandingan final PORJAR Muaythai Kategori SMA kelas 52 KG/Foto: Humas Persatuan Muaythai Indonesia Provinsi BaliIndoragamnewscom, DENPASAR-90 atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Bali ambil bagian. Tiga hari pertandingan berlangsung: timbang badan, technical meeting, dan pemeriksaan kesehatan (5 Juni); babak penyisihan dan semifinal (6 Juni); serta partai final (7 Juni) di Fight Ride Sanur.

Tapi status Muaythai di Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali 2026 masih ekshibisi. Ketua Umum Muaythai Indonesia Provinsi Bali, I Wayan Mariyana Wandhira, optimistis tahun depan bisa berubah.
“Muay Thai saat ini masih berstatus cabor ekshibisi. Namun dengan hasil pelaksanaan tahun ini, kami berharap dapat menjadi cabang olahraga resmi pada PORJAR yang akan datang,” ujar Wandhira usai pertandingan final.
Seluruh kabupaten dan kota di Bali turut berpartisipasi. Dari 90 atlet yang mendaftar (SD, SMP, SMA), 74 di antaranya bertanding di berbagai kelas. Wandhira menyebut angka ini sebagai modal penting.

“Kami percaya diri untuk menyampaikan kepada pemerintah bahwa Muaythai siap dipertandingkan secara resmi karena partisipasi atlet dan daerah sudah sangat baik,” katanya.
Terkait pemantauan atlet, Wandhira menyebut sejumlah daerah seperti Badung dan Denpasar telah menurunkan tim monitoring dan evaluasi dari KONI. Daerah lain didorong melakukan pendataan potensi atlet sebagai bahan laporan.
Wandhira mengakui proses menuju status resmi memerlukan komunikasi intens dengan pemerintah, terutama soal anggaran. Laporan hasil PORJAR tahun ini akan segera disusun sebagai bahan pertimbangan penyusunan anggaran 2027.
“Masalahnya lebih kepada komunikasi dan dukungan anggaran. Kami akan membuat laporan semaksimal mungkin agar pemerintah dapat memberikan dukungan sehingga Muaythai bisa resmi dipertandingkan pada PORJAR 2027,” ujarnya.
Atlet Denpasar Raih Emas, Target Porprov
I Dewa Made Sujidewi Andra Yogi (16), siswa SMAN 2 Denpasar, meraih medali emas kelas 51 kilogram kategori SMA. Ia mengaku kesulitannya mengatur napas, menjalankan game plan, dan tetap tenang saat bertanding.
Prestasi ini melengkapi perjalanannya: juara tiga Wali Kota Cup 2024, juara satu PORJAR Kota Denpasar, dan juara dua PORJAR Bali. Persiapan menuju PORJAR Bali dilakukan selama satu setengah bulan melalui latihan teknik, pad work, sprint, hingga clinching.
Pada ajang tahun ini, Andra meraih kemenangan TKO di pertandingan pertama sebelum mengalahkan wakil Gianyar di partai final. Atlet yang berlatih di klub Fight Ride itu mengaku beralih dari silat ke Muaythai setelah kalah.
“Saya awalnya atlet silat saat SD. Setelah kalah saya mencoba Muay Thai dan akhirnya menekuni olahraga ini. Target berikutnya ingin tampil di Porprov,” ujarnya.






