Presiden Prabowo di Malang: Di Tengah NU Saya Merasa Kesejukan dan Semangat

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 09 Feb 2026

Indoragamnewscom, MALANG-Suasana khidmat memenuhi Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2/2026) pagi. Di hadapan ratusan ribu jemaah yang telah memadati lokasi sejak malam, Presiden Prabowo Subianto hadir dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).

Kehadiran Presiden yang tiba sekitar pukul 06.50 WIB ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut NU sebagai sumber semangat dan kesejukan bagi bangsa.

“Setiap kali saya berada di tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu merasa bahagia dan bersemangat,” ujar Presiden.

Pernyataan ini menegaskan posisi strategis NU sebagai mitra negara. Kehadiran Presiden dinilai sebagai simbol nyata sinergi ulama dan pemerintah dalam menghadapi tantangan bangsa.

Atmosfer di Stadion Gajayana sudah panas sejak subuh, bukan oleh terik matahari, melainkan oleh semangat ratusan ribu jemaah NU dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka menyambut hangat kedatangan Presiden Prabowo, yang tampak menyapa para peserta usai tiba. Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an ini pun terasa semakin khidmat.

Presiden sendiri memberikan apresiasi atas lantunan ayat suci tersebut, yang disebutnya menambah kesejukan suasana Mujahadah Kubro yang digelar dalam rangka peringatan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan arti penting keberadaan NU. Ia menekankan peran organisasi itu dalam menjaga persatuan dan kedamaian bangsa. “Saya merasakan kesejukan, semangat persatuan, semangat kebersamaan, serta harapan akan terwujudnya bangsa dan negara yang adil,” lanjutnya.

Pidato itu menekankan nilai-nilai kolektif yang diusung NU, yang sejalan dengan cita-cita berbangsa. Pernyataan Presiden tersebut merupakan pengakuan resmi atas kontribusi NU selama seabad tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam rekayasa sosial dan politik kebangsaan Indonesia.

Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz menyambut positif kehadiran Presiden Prabowo. Ia menilai kehadiran itu mencerminkan hubungan erat antara NU dan negara. “Ini menunjukkan menyatunya ulama dan umara. Sinergi ini menjadi kekuatan utama bangsa untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa hubungan ini dipandang sebagai suatu kemitraan strategis, bukan sekadar hubungan formal antara pemerintah dan organisasi masyarakat. Sinergi ini dianggap sebagai modal sosial politik yang tak ternilai.

Rangkaian acara Mujahadah Kubro diakhiri dengan tausiyah dan doa bersama. Doa-doa dipanjatkan sebagai ikhtiar spiritual untuk memperkuat Indonesia agar tetap menjadi bangsa yang adil, makmur, dan berdaulat di tengah dinamika global.

Acara ini, di luar dimensi keagamaannya, menjadi ruang perenungan kolektif tentang arah bangsa. Kehadiran Presiden Prabowo di dalamnya memberikan pesan kuat tentang pentingnya menyatukan kekuatan spiritual, moral, dan politik dalam satu harmoni untuk membangun Indonesia ke depan.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!