Sanggar Budaya Widya Pramana Banyuraden Tetap Eksis Diderasnya Arus Moderenisasi

2 menit membaca
Faisal Fazriana
News, Ragam - 06 Nov 2025

Indoragamnewscom, JAKARTA-Di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya populer yang kian mendominasi ruang publik, Sanggar Budaya Widya Pramana Banyuraden tetap teguh berdiri sebagai penjaga tradisi. Berlokasi di Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, sanggar ini menjadi ruang hidup bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tari klasik Jawa salah satunya Tari Roro Ngigel.

Ketua Sanggar Widya Pramana, Aryo Tejo, menuturkan bahwa sanggar yang berdiri sejak 11 Maret 2019 ini berkomitmen menanamkan nilai-nilai karakter luhur melalui kesenian tradisional.

“Nilai-nilai dalam tari klasik Jawa menjadi dasar pendidikan karakter yang kami pegang teguh dalam setiap proses pembelajaran,” ujar Aryo di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Selasa (4/11/2025).

Tari Roro Ngigel sendiri menggambarkan kelembutan sekaligus keteguhan hati seorang perempuan Jawa. Gerakannya yang halus namun tegas menyiratkan filosofi tentang kemandirian, keanggunan, dan kepribadian luhur.

Melalui setiap ayunan tangan dan pandangan mata, tersirat pesan moral bahwa kecantikan sejati tak hanya tampak dari rupa, melainkan juga dari sikap dan kebijaksanaan.

Nama “Widya Pramana”, yang berarti pengetahuan dan keteladanan, mencerminkan visi sanggar untuk menumbuhkan kecerdasan kultural dan moral melalui seni. Sanggar ini juga telah terdaftar di Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman dengan Nomor Registrasi 3.071.01.2003.7.2019.193.

“Dari tempat inilah muncul banyak penari muda bahkan dalang muda yang kini aktif di berbagai kegiatan kesenian, baik di tingkat kalurahan, kapanewon, kabupaten, maupun di luar daerah,” tambah Aryo penuh semangat.

Latihan rutin di sanggar berlangsung dalam suasana akrab, diiringi alunan gamelan yang menenangkan. Para pelatih berpengalaman tidak hanya mengajarkan pola gerak, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang sejarah, makna, dan nilai kehidupan di balik setiap tarian.

Salah satu karya andalan sanggar adalah Tari Roro Ngigel, yang dibawakan oleh Rakemas Sekar Kinanti, Candi Parikesit Ismoyo, dan Nur Iffada Aulia Zahra. Melalui pementasan ini, para penari muda ingin menunjukkan bahwa seni tradisional bukan sesuatu yang kuno, melainkan warisan estetika yang tetap relevan di era modern.

Sementara itu, Sarwono Gembok, salah satu pimpinan sanggar, menegaskan bahwa komitmen mereka merupakan bentuk nyata cinta tanah air.

“Melestarikan budaya bukan sekadar menjaga tarian, tetapi menjaga jati diri bangsa agar tidak pudar oleh waktu,” ungkapnya.

Dengan kiprah yang konsisten, Sanggar Budaya Widya Pramana Banyuraden telah membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi jalan untuk menyalakan kembali bara kecil kebudayaan di hati generasi muda menerangi jalan menuju bangsa yang berkarakter, berbudaya, dan berbangga atas akar tradisinya.

 

Sumber:Info Publik

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!