Thomas Tuchel coret Cole Palmer, Phil Foden, dan Harry Maguire dari skuad Inggris Piala Dunia 2026. Ivan Toney jadi kejutan/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Dari 55 nama awal, tersisa 26. Tapi yang tersingkir justru lebih menghebohkan daripada yang terpilih. Cole Palmer, Phil Foden, Harry Maguire, dan Trent Alexander dan Arnold, dicoret Thomas Tuchel dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026.

Maguire mengaku “shocked and gutted”. Palmer, musimnya terganggu cedera. Foden, tak konsisten. Tapi satu keputusan paling mengejutkan bukanlah pencoretan, melainkan pemanggilan.
Ivan Toney, penyerang Al-Ahli yang sudah setahun absen dari tim nasional, justru mendapat tiket ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Ia mengorbankan Danny Welbeck dan Dominic Calvert dan Lewin, dua penyerang yang tampil impresif di Liga Premier musim ini.
Toney tercatat baru bermain dua menit di bawah arahan Tuchel sejauh ini, tepatnya saat masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-88 dalam laga persahabatan yang berakhir dengan kekalahan 1-3 dari Senegal, Juni 2025 lalu.

Tuchel mengaku sempat geram pada mantan penggawa Brentford itu. “Saya tidak senang dengan pemusatan latihan bulan Juni. Dia tahu itu. Ini bukan masalah karakternya. Tingkat latihan dan tingkat komitmennya tidak berada di tingkat yang kami inginkan,” kata Tuchel, dikutip dari The Sun.
Ia bahkan sempat tidak mempertimbangkan Toney sama sekali sebelum keduanya melakukan pembicaraan empat mata untuk menyelesaikan masalah.
“Dan kami harus menjernihkan suasana setelah itu. Itu adalah langkah pertama bahkan untuk mulai berpikir memanggilnya lagi, karena saya tidak senang,” ujarnya.
Lalu mengapa Toney akhirnya dipanggil? Tuchel membeberkan peran penting sang kapten, Harry Kane. Penyerang Bayern Munchen itulah yang meminta Toney diberi kesempatan lagi.
“Saya dan tim pelatih mulai berbicara lebih mendalam tentang tim dan mulai berbicara tentang skenario yang berbeda dan apa yang akan menjadi susunan pemain paling ofensif jika kami tertinggal 1-0 dengan 15 menit tersisa dan kami membutuhkan gol,” ucapnya.
“Kemudian namanya muncul terus-menerus. Karena dia memiliki aura kehadiran di lapangan. Harry sangat suka bermain dengannya, karena dia berpikir bahwa dia mengalihkan perhatian lawan darinya,” kata Tuchel.
Kane memang kerap menjadi sasaran utama kawalan bek lawan. Namun, jika Toney dipasang mendampinginya di lini depan, barisan pertahanan musuh akan kelimpungan.
“Dia bahkan lebih menyerupai pemain nomor 9 bergaya klasik, dibandingkan Harry sendiri. Jadi, apakah dia tipe pemain yang Anda harapkan mendapatkan bola liar jika terjadi kemelut di dalam kotak penalti? Ya. Tentu saja,” ujarnya.
Keputusan membawa Toney bukan tanpa alasan statistik. Di Liga Arab Saudi musim ini, ia mencetak 32 gol dari 32 pertandingan—setara dengan torehan Cristiano Ronaldo . Total 42 gol dan 11 assist dari 49 penampilan di lintas kompetisi.
“Dia memiliki kemampuan yang sangat istimewa yang dapat membantu kami, dalam situasi dan skenario ketika kami sedang mengejar ketinggalan. Dia bisa menjadi tambahan yang sangat berharga bagi Harry Kane, dia bisa hadir di kotak penalti,” kata Tuchel.
“Dia juga bisa membantu lewat bola mati dan jangan lupa, dia adalah eksekutor penalti kelas dunia,” pungkasnya.







Tidak ada komentar