10 Cara Rasulullah Memperlakukan Istri, Teladan Kasih Sayang tanpa Kekerasan

3 menit membaca
Fitri Sri
Khazanah - 19 Apr 2026

Indoragamnewscom-Rasulullah SAW menjadi teladan utama dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dalam rumah tangga.

Beliau dikenal sebagai sosok yang paling baik terhadap istri-istrinya, sebagaimana ditegaskan dalam sabdanya: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya, dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR At-Tirmidzi, disahihkan Syaikh Al-Albani).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Aisyah RA pernah ditanya tentang aktivitas Rasulullah di rumah. Aisyah menjawab, “Dahulu Rasulullah biasa membantu pekerjaan rumah tangganya.”

Ini menunjukkan bahwa membantu istri mencuci piring, menyapu, atau pekerjaan domestik lainnya bukanlah hal yang merendahkan derajat suami. Sebaliknya, sikap ini justru mengangkat derajat dan membuat istri merasa dicintai.

Rasulullah juga mengajarkan agar suami tidak pernah membenci istrinya. Dalam HR Muslim, beliau bersabda, “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya). Jika ia membenci sebuah sikap istrinya, maka ia akan ridha dengan sikapnya yang lain.”

Seorang suami tidak boleh pura-pura tidak mengingat kebaikan istrinya atau terus-menerus membesarkan kesalahan kecil.

Terkait kekerasan dalam rumah tangga, Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah berkata kasar apalagi memukul istrinya. Aisyah RA dalam suatu hadits yang diriwayatkan Nasa’i bertutur,

“Suamiku tidak pernah memukul istrinya meskipun hanya sekali.” Saat dilanda kemarahan, beliau lebih memilih menjauh sementara waktu hingga tenang.

Rasulullah juga dikenal pemaaf. Dalam suatu riwayat, Aisyah dan Hafsah pernah menyebarkan rahasia yang membuat beliau terpuruk hingga mentalak Hafsah. Malaikat Jibril kemudian datang seraya berkata,

“Dia (Hafsah) adalah seorang ahli puasa dan salat. Dia adalah istrimu di surga” (HR Abu Daud). Dengan hati yang lembut, Rasulullah pun memaafkan dan rujuk kembali.

Menghibur istri yang sedang sedih juga menjadi perhatian beliau. Dalam HR Nasa’i disebutkan bahwa Shafiyah pernah ketinggalan rombongan karena untanya lambat lalu menangis. “Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis.”

Rasulullah juga tidak pernah sungkan mengungkapkan rasa cinta secara verbal. Dalam HR Muslim, beliau bersabda, “Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku.” Beliau juga sering melibatkan istri dalam setiap urusan, terutama Ummu Salamah yang dikenal cerdas dan sering memberikan solusi terbaik atas persoalan yang dihadapi.

Keintiman fisik juga menjadi bagian dari kasih sayang beliau. Dalam HR Muslim, Aisyah RA meriwayatkan, “Pernah Rasulullah SAW berbaring di pangkuanku, saat aku sedang haid, lalu beliau membaca Al-Qur’an.”

Dari Asma binti Yazid, diriwayatkan pula bahwa Rasulullah pernah duduk di samping Aisyah lalu memberikan segelas susu yang telah beliau minum kepada istrinya. Aisyah yang malu-malu akhirnya meraih gelas itu dan meminumnya.

Di malam hari, Rasulullah sering menghabiskan waktu berbincang dengan istrinya. HR Bukhari menyebutkan, “Dahulu Rasulullah SAW jika berkumpul bersama Aisyah di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar.” Ini menegaskan pentingnya komunikasi dalam rumah tangga, meskipun beliau tidak menyukai perbincangan setelah isya kecuali untuk perkara yang bermanfaat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!