Polisi tangkap TS alias Ki Bedil, perakit senjata api ilegal yang sudah beroperasi 20 tahun di Jabar. Pelanggannya pelaku kejahatan jalanan/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Selama dua dekade, nama “Ki Bedil” dikenal di kalangan bawah tanah sebagai ahli rakit senjata api ilegal.

Polisi baru bisa meringkusnya pekan ini setelah menelusuri jejak seorang perantara dalam transaksi senjata di Sumedang.
Kepala Satresmob Bareskrim Polri Kombes Arsya Khadafi mengonfirmasi penangkapan TS alias Ki Bedil di Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung. “20 tahun beroperasi, baru sekarang ditangkap,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Ki Bedil dikenal sebagai perakit pistol dan revolver ilegal. Produk rakitan itu, menurut Arsya, beredar luas dan penggunanya bukan dari kalangan sembarangan. “Pembelinya kebanyakan pelaku street crime (kejahatan jalanan) dan pemburu liar,” katanya.

Penangkapan ini bermula dari operasi di sebuah warung makan di Jalan Raya Cipacing, Jatinangor, Sumedang, Senin (6/4/2026). Petugas menangkap AS, pria yang diduga berperan sebagai perantara atau broker jual beli senjata ilegal.
Dari tangan AS, polisi menyita barang bukti: satu pistol SIG Sauer P226 berikut magasin, satu unit senjata laras panjang setengah jadi, dua butir peluru kaliber 22, serta jaket hitam dan tas pancing.
Tim kemudian membagi personel ke dua lokasi. Tim pertama menggeledah rumah AS di Rancaekek Kulon, Kabupaten Bandung. Di sana, polisi menemukan berbagai amunisi dalam jumlah cukup banyak, mulai dari peluru berbagai kaliber hingga proyektil, plus alat seperti mata bor yang diduga untuk pembuatan senjata.
Tim kedua bergerak ke Rancaekek Wetan, tak jauh dari lokasi pertama. Di sanalah TS alias Ki Bedil akhirnya ditangkap. Dari tangannya, polisi menyita empat popor senjata laras panjang dan sejumlah peralatan perakitan senjata api.
Arsya menegaskan pengungkapan ini bagian dari komitmen Polri menekan peredaran senjata ilegal yang mengganggu stabilitas keamanan. Saat ini, penyidik masih mendalami kasus untuk menelusuri kemungkinan jaringan yang lebih luas di Jawa Barat.






