Ilustrasi wanita mengoleskan pelembab pada wajah setelah sahur/Ilustrasi: Indoragamnewscom
Indoragamnewscom-Dehidrasi saat puasa kerap menimbulkan berbagai gejala, salah satunya kulit kering. Kurangnya asupan cairan ke tubuh akibat tidak minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka tidak hanya berdampak pada tampilan kulit, tapi juga keseimbangan metabolisme tubuh.

Proses pencernaan dapat terhambat, dan seseorang rentan mengalami pusing, sakit kepala, lemas, hingga pandangan kabur.
Dokter kulit membagikan enam cara mengatasi kulit kering saat menjalankan puasa Ramadan. Langkah pertama adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi. Agar tidak dehidrasi yang menyebabkan kulit kering dan mengelupas, setiap individu dapat mengonsumsi air putih dengan metode 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari sampai sebelum tidur, serta dua gelas saat sahur.
Kebutuhan cairan juga bisa dipenuhi dengan mengonsumsi buah yang mengandung banyak air seperti melon dan semangka. Suplemen atau makanan kaya vitamin E seperti sayuran hijau, alpukat, dan kacang-kacangan juga dianjurkan untuk menjaga kesehatan kulit.

Kedua, batasi konsumsi makanan berminyak dan tinggi garam. Makanan berminyak seperti gorengan dapat membuat tubuh lebih cepat dehidrasi dibanding makanan lainnya. Makanan dengan kandungan garam tinggi juga rentan memicu rasa haus berlebih, sehingga tubuh memberikan sinyal haus serta mulut dan kulit yang terasa kering.
Ketiga, cuci wajah secara rutin. Membersihkan wajah maksimal dua kali sehari setiap hari dapat membersihkan kotoran dan keringat di kulit wajah, sehingga kebersihan terjaga dan kulit tetap terasa segar.
Keempat, gunakan pelembab. Pilihlah pelembap kulit yang mengandung urea, ceramide, shea butter, cocoa butter, serta asam lemak dan gliserol. Pelembap digunakan minimal dua kali sehari dengan gerakan menepuk-nepuk agar produk menyerap baik. Hindari mengaplikasikan pelembap dengan gerakan mengusap terlalu kencang karena gesekan antara jari dan kulit berpotensi menyebabkan iritasi.
Kelima, penggunaan sunscreen. Tabir surya berfungsi sebagai pelindung kulit dari paparan sinar UVA dan UVB. Disarankan menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan dioleskan di permukaan kulit secara merata setiap hari sebelum melakukan aktivitas.
Keenam, istirahat yang cukup. Mengatur waktu tidur selama bulan puasa agar tetap bugar setelah sahur sangat penting. Jam tidur yang cukup dapat mengoptimalkan proses regenerasi kulit. Meski pola tidur berubah selama puasa, mencukupi waktu tidur pada malam hari sebaik mungkin tetap diupayakan.
“Dehidrasi tentu tidak hanya berdampak pada kulit, melainkan ke tubuh,” demikian penjelasan dalam panduan tersebut.







Tidak ada komentar