Kalah dari Garudayaksa FC, Budi Sudarsono: Saya Cinta Sriwijaya, Ini Tantangan

2 menit membaca
Yudistira Wanne
News, Olahraga - 12 Nov 2025

Indoragamnewscom, BOGOR-Sriwijaya FC harus menelan pil pahit dalam lanjutan kompetisi Championship 2025/2026.

Bertandang ke Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (11/11/2025), Laskar Wong Kito dipermalukan tuan rumah Garudayaksa FC dengan skor telak 2–7.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi tim kebanggaan Sumatera Selatan yang sedang berjuang keluar dari zona bawah klasemen. Namun pelatih Budi Sudarsono tetap mencoba melihat sisi positif dari pertandingan tersebut.

“Pertandingan sangat seru. Di akhir laga kita sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan, tapi setelah itu kembali kemasukan. Tapi ya itulah sepak bola. Semoga sepak bola Indonesia terus semakin maju, baik kompetisinya maupun timnasnya,” ujar Budi selepas laga.

Budi, yang pernah memperkuat Sriwijaya FC sebagai pemain, mengakui kondisi saat ini jauh berbeda dibanding masa kejayaannya dulu. Namun ia menegaskan semangat juang harus tetap menyala.

“Kalau dulu kita bingung mau selebrasi apa lagi karena sering menang. Sekarang situasinya seperti ini, tapi saya tekankan kepada pemain yang penting kerja keras dan pantang menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau sama-sama angkat tim ini dari situasi berat,” tegasnya.

Meski tekanan dari suporter dan posisi di klasemen cukup berat, Budi menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses yang harus dijalani.

“Situasinya memang tidak mudah. Kita harus perbaiki. Situasi seperti ini yang tadinya enak jadi tidak enak apalagi buat yang belum terbiasa. Tapi kami tetap berjuang,” ujarnya.

Mengenai banyaknya gol yang bersarang ke gawang Sriwijaya FC, Budi menilai ada beberapa faktor yang belum bisa diungkapkan ke publik.

“Faktornya banyak, ada sesuatu yang tidak bisa saya bilang. Saya hanya bisa berharap sepak bola Indonesia semakin bagus. Kalau kompetisinya bagus, itu pasti berpengaruh ke timnas,” kata eks striker timnas Indonesia itu.

Ketika ditanya alasan berani menerima tawaran melatih Sriwijaya FC di tengah situasi sulit, Budi menjawab dengan lugas.

“Saya orang yang suka tantangan. Dulu sebagai pemain saya banyak berpindah klub dan selalu ingin jadi bintang di setiap tempat. Sekarang tantangan saya sebagai pelatih adalah bagaimana membawa Sriwijaya bangkit. Saya cinta Sriwijaya, saya mau tim ini naik posisinya dan minimal tidak degradasi,” tutur Budi.

Ia juga tak menampik bahwa masalah finansial menjadi salah satu kendala tim saat ini.

“Ya, salah satunya itu,” ucapnya singkat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!