TRENDING

Nila Yani Tegaskan AI Harus Bela Nelayan Kecil, Bukan Sekadar Canggih

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 04 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tak boleh berjalan tanpa arah.

Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., M.IP, menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus tetap berpijak pada nilai perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ke IPB University, yang membahas implementasi AI untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor perikanan.

Nelayan Kecil Jangan Tertinggal di Tengah Transformasi Teknologi

Dalam paparannya, Nila Yani menyoroti kondisi ribuan nelayan kecil di wilayah pesisir yang hingga kini masih hidup dalam ketidakpastian.

Cuaca ekstrem, tingginya biaya operasional melaut, serta hasil tangkapan yang fluktuatif menjadi tantangan harian yang kerap dihadapi, sementara akses terhadap teknologi masih sangat terbatas.

“Bagi kami di PDI Perjuangan, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi adalah alat perjuangan. Artificial Intelligence harus hadir sebagai alat pembebasan rakyat, bukan justru menciptakan kesenjangan baru yang menjauhkan nelayan kecil dari kesejahteraan,” tegas Nila Yani.

Ia menekankan bahwa pembahasan AI tak boleh berhenti pada kecanggihan sistem, melainkan harus menyentuh realitas di lapangan.

“Di daerah pemilihan saya terdapat kawasan pesisir yang luas, dengan ribuan nelayan kecil yang setiap hari hidup dari laut dan berhadapan dengan ketidakpastian cuaca, tingginya biaya operasional, serta fluktuasi hasil tangkapan. Karena itu, ketika kita berbicara Artificial Intelligence, fokus saya jelas: sektor perikanan dan dampaknya bagi nelayan kecil. Pertanyaannya sederhana, teknologi AI perikanan baik e-logbook, fish technology, maupun inovasi lainnya”.

Ukuran Keberhasilan AI Harus Nyata

Menurut Nila Yani, pertanyaan mendasar dalam penerapan AI perikanan adalah apakah teknologi tersebut benar-benar membuat nelayan lebih aman saat melaut, lebih efisien bekerja, serta lebih berdaulat atas kehidupannya sendiri.

Ia mencontohkan praktik di Jepang, di mana AI digunakan untuk memprediksi pergerakan ikan berdasarkan data suhu laut, arus, dan histori tangkapan. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan dalam bentuk rekomendasi sederhana yang mudah dipahami nelayan.

“Teknologi yang sejati adalah teknologi yang membebaskan. Seperti ajaran Bung Karno, kemajuan harus berjalan seiring dengan keadilan sosial. AI perikanan harus membantu nelayan mengurangi risiko, menekan biaya bahan bakar, dan memastikan mereka pulang melaut dengan hasil yang lebih pasti,” ujarnya.

Negara Harus Prioritaskan AI yang Berdampak Langsung

Dalam konteks Indonesia, Nila Yani menegaskan bahwa arah perjuangan kebijakan DPR RI Komisi VII bersama Fraksi PDI Perjuangan adalah memastikan negara memprioritaskan teknologi AI yang berdampak langsung bagi nelayan kecil.

Fokus tersebut meliputi sistem prediksi cuaca dan potensi tangkapan yang mudah dipahami, pencatatan hasil tangkapan yang sederhana dan tidak memberatkan, serta transparansi informasi pasar agar posisi tawar nelayan semakin kuat.

Ia juga mendorong peran aktif dunia akademik, khususnya IPB University, untuk menjadi mitra ideologis negara dalam memilah teknologi AI yang benar-benar layak didorong melalui kebijakan dan anggaran publik.

“Keberhasilan AI dalam sektor perikanan bukan diukur dari seberapa canggih teknologinya, tetapi dari satu ukuran sederhana: apakah nelayan kecil hidupnya lebih aman, bebannya lebih ringan, dan masa depannya lebih pasti. Inilah makna berdirinya negara hadir dan berjuang bersama rakyat,” pungkas Nila Yani.

Melalui momentum ini, Nila Yani berharap transformasi AI di sektor perikanan dapat menjadi bagian dari jalan panjang menuju ketahanan pangan nasional yang berdaulat, sekaligus mendorong keberlanjutan pangan lokal di masa depan.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!