Kemendagri Pimpin Langsung Pengendalian Inflasi Pangan Jelang Lebaran

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional - 04 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tetap waspada dan menjaga stabilitas pasokan pangan hingga Idulfitri, meski inflasi komponen harga pangan bergejolak menjelang Ramadan 2026 dinilai berhasil dikendalikan.

Ia menegaskan bahwa stabilitas harga harus dipertahankan secara konsisten hingga akhir momen Lebaran.

“Kita pertahankan sampai dengan hari raya Idulfitri,” kata Tomsi dikutip pada Rabu(4/3/2026).

Tomsi meminta kepala daerah proaktif merespons anomali kenaikan harga dengan turun langsung ke pasar. Ia mendorong pemda meniru strategi daerah lain yang berhasil menekan inflasi, agar tidak terjadi kesenjangan harga ekstrem di wilayah berdekatan. Selain itu, ia mengingatkan agar aparat tidak ragu menindak oknum distributor yang mempermainkan harga bahan pokok.

“Jangan ragu-ragu. Ya, sudah saatnya kita bertindak tegas,” ujar Tomsi.

Menurut Tomsi, pencabutan izin usaha dapat dilakukan terhadap pihak yang terbukti melakukan kejahatan ekonomi dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mencatat bahwa dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 427 wilayah mengalami deflasi harga pangan, sementara 87 wilayah lainnya mengalami inflasi.

Kondisi ini menunjukkan pengendalian inflasi secara umum berhasil meskipun masih ada beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus.

Tomsi mengapresiasi kinerja kementerian, lembaga, serta pemda karena mayoritas harga komoditas utama masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Ia menyebut kondisi harga pangan Ramadan tahun ini lebih terjangkau dibandingkan 2025.

“Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang sudah berusaha sekeras-kerasnya,” ucap Tomsi.

Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional per 3 Maret 2026, beberapa komoditas menunjukkan tren positif. Harga beras premium turun Rp100 menjadi Rp15.690 per kg, beras medium turun Rp100 menjadi Rp14.140 per kg, cabai rawit merah turun Rp1.940 menjadi Rp34.180 per kg, cabai merah keriting turun Rp810 menjadi Rp21.920 per kg, dan bawang merah turun Rp430 menjadi Rp37.270 per kg.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa secara umum stok pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. NFA terus melakukan pemantauan dan intervensi pasar melalui berbagai program, termasuk gelar pangan murah yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemda, BUMN, BUMD, Bulog, dan ID FOOD.

Intervensi pasar ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pengendalian Inflasi dan Stabilitasi Pasokan Pangan Menghadapi Hari Raya Keagamaan Nasional.

Kemendaagri menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Program Tiga Juta Rumah dan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kantor Staf Presiden, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Pangan Nasional. Secara virtual, pertemuan diikuti unsur Badan Pusat Statistik, TNI-Polri, Kementerian Perdagangan, Perum Bulog, Kejaksaan Agung, Kementerian Pertanian, hingga Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, bersama seluruh kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia.

Dengan tren harga yang relatif stabil, pemerintah berharap momentum Ramadan dapat dilewati tanpa lonjakan signifikan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat hingga Lebaran.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!