Markas Judol di Hayam Wuruk, Komisi XIII DPR Duga Sindikat Transnasional Berpindah ke Indonesia

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 18 Mei 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Bareskrim Polri membongkar markas judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Kamis (7/5/2026).

Polisi meringkus 320 warga negara asing yang umumnya berasal dari negara tetangga: 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta tiga warga Malaysia dan tiga warga Kamboja.

Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia mendesak pemerintah mengambil langkah lebih tegas memberantas sindikat transnasional yang berkeliaran di Indonesia.

“Kehadiran para sindikat judi, penipuan online, ditambah narkoba, secara pelan-pelan akan menjadikan Indonesia sebagai sarang kejahatan internasional, yang tidak hanya mencari keuntungan ekonomi, tapi juga merusak generasi bangsa,” ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip Senin (18/5/2026).

Meity menduga para sindikat ini sebelumnya beroperasi di perbatasan negara-negara Indochina seperti Kamboja, Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar. Mereka menyebar karena wilayah itu tidak lagi aman akibat perburuan sindikat online yang dilakukan China, serta konflik antarnegara tetangga di kawasan tersebut.

Menurutnya, sindikat transnasional yang terbongkar di Jakarta oleh polisi dan di Batam oleh Direktorat Jenderal Imigrasi merupakan alarm bahaya bagi keamanan negara.

“Kok bisa ada orang asing beraktivitas dan berkumpul untuk melakukan kejahatan di negara kita secara rutin, dalam jumlah besar pula. Dalam konteks keamanan negara, realitas ini sangat mengancam. Dan artinya pula, aktivitas ini melibatkan dukungan oknum yang memiliki akses dari dalam. Pemerintah harus serius,” jelasnya.

Meity memperingatkan kehadiran sindikat tersebut berpotensi menciptakan stigma bahwa Indonesia adalah negara rapuh—negara dengan pemerintahan, otoritas keamanan, dan pertahanan yang dianggap tidak bekerja, serta sulit mengendalikan sistem untuk mencegah ancaman dari luar.

“Sebagai negara yang diperhitungkan di Asia, apalagi Asia Tenggara, Indonesia tak boleh mendapat stigma tersebut. Mereka harus diperangi, termasuk membongkar dalang-dalang dari dalam,” pungkasnya.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 days ago
2 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!