Para pemain Persib melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Bali United/Foto: Muhamad Farid/IndoragamnewscomIndoragamnewscom, BANDUNG-Sebelum Patricio Matricardi diganjar kartu kuning kedua, Persib Bandung sedang nyaman-nyamannya menguasai pertandingan.

Pelatih Bojan Hodak tak menampik, dua gol Bali United lahir semata-mata karena timnya kelelahan dan bermain dengan sepuluh pemain di pekan ke-27 BRI Liga 1, Minggu (12/4/2026).
Laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api berjalan mulus bagi tuan rumah hingga menit ke-66. Dua gol telah tercipta lewat Ramon Tanque (29′) dan Luciano Guaycochea (55′).
“Saya sudah katakan sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi laga yang sulit. Saya rasa, tadi pada dasarnya sebelum ada pemain kami dikartu merah, kami bisa menguasai jalannya pertandingan,” ujar Bojan.

Situasi berubah setelah Matricardi menerima kartu kuning kedua. Persib harus bermain dengan 10 orang. Bali United, yang sebelumnya kesulitan menembus pertahanan, mulai menekan.
“Setelah mereka tampil dengan satu orang lebih banyak, dan ketika pemain-pemain kami merasa kelelahan, kami kebobolan oleh gol-gol ini,” kata pelatih asal Kroasia itu.
Dua gol balasan Bali United tercipta lewat Teppei Yachida (81′) dan Jordy Bruijn (90+3′). Bojan menegaskan bahwa sebelum kartu merah, tim tamu nyaris tak punya peluang berarti.
“Selain ini, saya tidak ingat bagaimana peluang mereka. Hanya satu tendangan dari pinggir saja. Pada dasarnya mereka adalah tim yang menyerang dengan baik, hal yang sudah kami duga sebelumnya,” ungkapnya.
Pelatih berusia 52 tahun itu meyakini hasil berbeda akan terjadi jika pertandingan berlangsung imbang 11 lawan 11 hingga akhir.
“Saya rasa, ketika kami sudah mencetak dua gol dan tetap bermain dengan sebelas lawan sebelas, kami bisa menuntaskan permainan dengan lebih cepat. Kami kebobolan dua gol, tapi saya tadi katakan, jika kami bermain sebelas melawan sebelas, saya rasa itu tidak akan terjadi,” tegasnya.
Federico Barba sempat memperlebar jarak menjadi 3-1 pada menit ke-87 lewat skema sepak pojok sebelum dua gol balasan terjadi di masa injury time. Meski tiga poin tetap utuh, Bojan mengakui ada pekerjaan rumah soal pengendalian emosi dan disiplin pemain.
“Tadi pada akhirnya, kami bisa meraih tiga poin dan fokus untuk menghadapi laga berikutnya,” pungkasnya.







Tidak ada komentar