Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Tumbuh 5,4 Persen Meski Defisit APBN Capai 695 Triliun

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 29 Jan 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat ke angka 5,4 persen pada tahun 2026.

Prediksi ini didasarkan pada performa ekonomi triwulan IV 2025 yang menunjukkan peningkatan permintaan domestik dan efektivitas stimulus kebijakan.

Indikator Kinerja Ekonomi Akhir 2025

Menkeu memaparkan sejumlah data teknis yang menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap berada di zona positif pada akhir tahun 2025:

Sektor Manufaktur: Purchasing Manager’s Index (PMI) berada di level ekspansi.

Likuiditas: Uang primer (M0) tumbuh 11,4 persen (yoy) pada Desember 2025, sementara uang beredar luas (M2) tumbuh 9,6 persen (yoy).

Pasar Modal: Imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun turun menjadi 6,01 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang di atas 7 persen.

Neraca Dagang: Tetap mencatatkan surplus di tengah fluktuasi harga komoditas global.

“Pada triwulan IV 2025, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kinerja yang solid. Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur berada di zona ekspansi berdasarkan survei S&P Global, penjualan ritel tumbuh positif, dan neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus,” ujar Menkeu Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Realisasi Belanja dan Pendapatan Negara

Hingga akhir triwulan IV 2025, pemerintah mencatatkan total belanja negara sebesar Rp3.451,4 triliun atau setara dengan 95,3 persen dari pagu APBN. Di sisi lain, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target.

Ketimpangan antara pendapatan dan belanja ini menyebabkan APBN mengalami defisit sebesar Rp695,1 triliun, atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Keseimbangan primer tercatat negatif sebesar Rp180,7 triliun.

Strategi Penguatan Investasi 2026

Untuk mencapai target pertumbuhan 5,4 persen di tahun 2026, pemerintah akan mengoptimalkan peran Danantara guna menarik investasi swasta pada sektor hilirisasi sumber daya alam. Selain itu, dibentuk pula Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) untuk memperbaiki iklim investasi.

Menkeu menegaskan bahwa koordinasi antara fiskal dan moneter melalui KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) menjadi faktor penentu stabilitas ekonomi ke depan.

“Pada triwulan IV 2025, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kinerja yang solid. Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur berada di zona ekspansi berdasarkan survei S&P Global, penjualan ritel tumbuh positif, dan neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus,” tambahnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!