Lestari Moerdijat: Literasi Fondasi Kedaulatan Bangsa, Ancaman Nyata Jika Terabaikan

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 27 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya penguatan literasi masyarakat sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa di tengah derasnya arus informasi.

Menurutnya, literasi di era digital tidak lagi sekadar kemampuan membaca, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis dalam memahami dan menyaring informasi.

“Tantangan literasi saat ini sangat berat. Masyarakat harus mampu berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi,” ujar Lestari dikutip pada Jumat (27/3/2026).

Data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan capaian literasi peserta didik masih perlu ditingkatkan.

Pemahaman tekstual tercatat sebesar 49,21 persen, pemahaman inferensial 43,21 persen, serta kemampuan evaluatif dan apresiatif terhadap teks sebesar 45,32 persen. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa lebih dari separuh peserta didik belum memiliki fondasi literasi yang kuat.

“Ini bukan sekadar persoalan angka, tetapi ancaman nyata bagi daya saing dan kedaulatan bangsa,” tegas Wakil Ketua MPR RI yang akrab disapa Rerie itu.

Ia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam peningkatan literasi nasional, antara lain kesenjangan literasi antarwilayah, dominasi budaya lisan dibandingkan budaya tulis, harga buku yang relatif mahal, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga.

Sebagai langkah konkret, Lestari mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap buku berkualitas melalui penguatan perpustakaan serta penghapusan pajak buku, termasuk PPN dan pajak bahan baku kertas.

Ia menyampaikan bahwa DPR RI tengah mendorong revisi regulasi terkait perbukuan untuk mendukung upaya tersebut.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi guru berkualitas di seluruh daerah. “Guru adalah panglima literasi di lapangan. Tidak cukup hanya menempatkan guru, tetapi juga harus memastikan dukungan dan insentif yang layak,” ujarnya.

Lestari mendorong agar peningkatan literasi dijadikan sebagai gerakan nasional yang terukur melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Literasi adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika generasi penerus tidak mampu menelaah informasi dengan baik, hal itu berpotensi menggerus kedaulatan Ibu Pertiwi,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!