Megawati Soekarnoputri menghadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed Abu Dhabi.Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali tampil di panggung diplomasi global.

Didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo, Megawati menghadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (3/2/2026) sore waktu setempat.
Kehadiran Megawati menjadi bagian dari rangkaian Zayed Award for Human Fraternity, sebuah forum internasional bergengsi yang mempertemukan para pemimpin dunia, tokoh agama, dan pegiat kemanusiaan lintas negara.
Dihadiri Tokoh Dunia, Megawati Duduk Bersama Ramos Horta

Dalam forum tersebut, Megawati didampingi Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi.
Sejumlah tokoh internasional turut hadir. Megawati tampak duduk bersebelahan dengan Presiden Timor Leste José Ramos Horta. Keduanya terlihat berbincang hangat. Di sisi lainnya, hadir Kailash Satyarthi, aktivis HAM asal India.
Sekretaris Jenderal Zayed Award Mohamed Abdelsalam juga terlihat menyalami dan berbincang dengan para tamu VIP, termasuk rombongan Megawati seperti Prananda Prabowo, Ahmad Basarah, dan Zuhairi Misrawi.
Forum ini juga dihadiri perwakilan organisasi Islam Indonesia, NU dan Muhammadiyah, yakni Ulil Abshar Abdala dan Hilman Latief, yang mewakili kedua lembaga sebagai penerima Zayed Award 2024, di mana Megawati saat itu menjadi salah satu anggota dewan juri.
Forum Strategis Persaudaraan Manusia
Majelis Persaudaraan Manusia dikenal sebagai salah satu agenda paling penting dalam kalender tahunan Zayed Award for Human Fraternity. Forum ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai tantangan global, penguatan persaudaraan lintas bangsa, serta pencarian jalan menuju perdamaian dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati tampil sebagai pembicara bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia, di antaranya Ibu Negara Libanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia, Kepala Administrasi Presiden Uzbekistan Saida Mirziyoyeva, serta Wakil Presiden Heydar Aliyev Foundation Leyla Aliyeva. Diskusi dipandu oleh Mina Al-Oraibi sebagai moderator.
Pesan Paus dan Grand Imam Al-Azhar
Sebelum sesi diskusi dimulai, Menteri Negara UEA yang juga penasihat Sheikha Fatima bint Mubarak, Ibu Suri UEA, menyampaikan sambutan pembuka sekaligus mengulas sejarah lahirnya Zayed Award yang digagas oleh pendiri bangsa UEA Sheikh Zayed Al Nahyan bersama Paus Fransiskus.
Selanjutnya, Mohamed Abdelsalam membacakan pesan dari Sheikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, Grand Imam Al-Azhar asal Mesir. Sementara itu, Cardinal George Jacob Koovakad menyampaikan pesan dari Paus Leo, pemimpin Gereja Katolik saat ini.
Agenda Zayed Award 2026: Deretan Pemimpin Dunia Hadir
Untuk agenda puncak Upacara Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia 2026 yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya, panitia mengonfirmasi kehadiran sejumlah pemimpin dunia.
Selain Megawati yang pernah menjadi Dewan Juri Zayed Award 2024, daftar tamu mencakup Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Ibu Negara Armenia Anna Hakobyan, Ibu Negara Lebanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia, Ibu Negara Pakistan Bibi Aseefa Bhutto Zardari, Mantan Presiden Senegal Macky Sall, Presiden Timor Leste José Ramos Horta, Ketua Senat Kazakhstan Maulen Sagatkhanovich Ashimbayev, hingga Mantan Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo.
Kehadiran para tokoh ini menegaskan posisi Zayed Award sebagai salah satu forum global paling berpengaruh dalam isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.







Tidak ada komentar