TRENDING

Menguak Pesona Kelam 5 Drakor Sad Ending Paling Melegenda

4 menit membaca
Padilah Rahayu
Hiburan, News - 11 Des 2025

Indoragamanewscom-Drama Korea (Drakor) memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat penonton tertawa, berdebar, hingga menangis tersedu-sedu. Meskipun banyak yang menyukai akhir bahagia (“Happy Ending”), ada daya tarik tersendiri pada drakor dengan akhir sedih (“Sad Ending”) yang justru meninggalkan kesan mendalam dan abadi.

Kisah cinta yang tragis, pengorbanan yang menyayat hati, dan takdir yang kejam seringkali menjadi bumbu utama yang membuat drakor sad ending sulit dilupakan.

Berikut adalah lima drakor sad ending yang paling melegenda, lengkap dengan detail pemeran utama dan sinopsis yang siap menguras air mata Anda.

1. Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo (2016)

Pemeran Utama

IU sebagai Go Ha-jin/Hae Soo dan Lee Joon-gi sebagai Pangeran Wang So.

Sinopsis

Go Ha-jin, seorang wanita dari abad ke-21, tiba-tiba terlempar kembali ke Dinasti Goryeo dan terbangun sebagai Hae Soo. Ia terlibat dalam perebutan takhta yang berdarah di antara para pangeran Wang (Wang So, Wang Wook, dll.).

Meskipun ia dan Pangeran Wang So (nantinya menjadi Raja Gwangjong) saling mencintai, hubungan mereka dihadapkan pada intrik politik istana, pengkhianatan, dan kesalahpahaman yang tak terhindarkan.

Akhir cerita yang memisahkan mereka di dua garis waktu yang berbeda, membuat penonton berharap adanya musim kedua yang tak kunjung terwujud.

2. Uncontrollably Fond (2016)

Kisah cinta yang dipertemukan kembali hanya untuk diuji oleh waktu dan penyakit mematikan.

Pemeran Utama

Kim Woo-bin sebagai Shin Joon-young dan Bae Suzy sebagai Noh Eul.

Sinopsis

Shin Joon-young adalah seorang aktor dan penyanyi papan atas yang arogan, sementara Noh Eul adalah produser film dokumenter yang ambisius dan memiliki masa lalu tragis.

Keduanya pernah menjadi sepasang kekasih di masa remaja, namun terpisah karena takdir yang rumit. Ketika mereka bertemu kembali, Joon-young menyadari bahwa ia menderita penyakit terminal yang memberinya sedikit waktu untuk hidup.

Ia berusaha memperbaiki hubungan mereka dan menebus kesalahan masa lalunya, sebelum akhirnya menyerah pada takdir yang menyedihkan.

3. Mr. Sunshine (2018)

Sebuah epik sejarah yang indah namun berakhir dengan pengorbanan yang mengharukan.

Sinopsis

Berlatar di awal tahun 1900-an, menjelang pendudukan Jepang di Korea (Joseon). Eugene Choi, seorang pria Joseon yang lahir sebagai budak dan kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat dan menjadi perwira Marinir AS, kembali ke tanah kelahirannya.

Ia bertemu dan jatuh cinta pada Go Ae-shin, seorang putri bangsawan yang diam-diam adalah anggota pejuang kemerdekaan Joseon. Kisah cinta mereka terjalin di tengah pergolakan politik dan perjuangan melawan imperialisme.

Banyak tokoh utama, termasuk Eugene Choi, harus membuat pengorbanan terakhir demi kemerdekaan Joseon dan keselamatan orang yang mereka cintai.

4. Autumn in My Heart (2000)

Salah satu pelopor drakor melo-drama klasik yang menjadi standar kesedihan.

Pemeran Utama

Song Seung-heon sebagai Yoon Joon-seo dan Song Hye-kyo sebagai Yoon/Choi Eun-seo.

Sinopsis

Kisah ini dimulai dengan pertukaran bayi yang tidak disengaja di rumah sakit, memisahkan Eun-seo dari keluarga kandungnya.

Ia dibesarkan sebagai adik perempuan Joon-seo hingga kebenaran terungkap. Beberapa tahun kemudian, setelah perpisahan yang menyakitkan, mereka bertemu kembali dan menyadari bahwa perasaan mereka telah berkembang menjadi cinta.

Sayangnya, takdir kembali menghantam Eun-seo dengan penyakit leukemia yang mematikan, yang akhirnya merenggut nyawanya, meninggalkan Joon-seo dalam kesendirian yang mendalam.

5. Chicago Typewriter (2017)

Kisah reinkarnasi yang mengungkapkan kesetiaan dan tragedi dari kehidupan masa lalu.

Pemeran Utama

Yoo Ah-in sebagai Han Se-joo/Seo Hwi-young, Im Soo-jung sebagai Jeon Seol/Ryu Soo-hyeon, dan Go Kyung-pyo sebagai Yoo Jin-oh/Shin Yool.

Sinopsis

Han Se-joo, seorang penulis sukses di masa modern, tiba-tiba mendapatkan mesin tik antik yang menghubungkannya dengan dua rekannya dari tahun 1930-an, saat Korea berada di bawah kekuasaan Jepang.
Melalui mesin tik tersebut, mereka bertiga (seorang penulis, seorang penembak jitu, dan seorang hantu) berusaha mengungkap kisah masa lalu mereka sebagai pejuang kemerdekaan.

Meskipun cinta segitiga mereka berulang dalam kehidupan sekarang, tragedi di kehidupan masa lalu akhirnya terungkap.

Demi menyelesaikan misi kemerdekaan, salah satu dari trio tersebut harus menanggung akhir yang menyedihkan, membawa beban kesetiaan dan pengorbanan hingga akhir.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!