Pelatih Manchester City, Pep Guardiola/Foto: Manchester CityIndoragamnewscom-Manchester City keluar sebagai juara Carabao Cup setelah membungkam Arsenal 2-0 di final Wembley, Minggu (22/3/2026). Dua gol Nico O’Reilly dalam rentang lima menit di babak kedua tidak hanya mengamankan trofi kesembilan City di kompetisi ini, tetapi juga menghentikan laju Arsenal yang mengincar empat gelar musim ini.

Bagi Pep Guardiola, kemenangan ini memiliki arti lebih dari sekadar trofi. Menghadapi tim yang diakuinya sebagai yang terbaik di Eropa saat ini membuat gelar Carabao Cup terasa istimewa.
“Itu berarti banyak. Selalu sulit untuk memenangkan trofi. Bersama Bayern Munich dan mungkin Barcelona, menghadapi tim terbaik di Eropa, mereka menekan kami di 15 menit pertama, tetapi setelah itu kami mulai memenangkan lebih banyak bola kedua,” ujar Guardiola dikutip dari Sky Sports.
Gelandang Arsenal, Martin Zubimendi, menjadi saksi kedigdayaan O’Reilly saat pemain berusia 21 tahun itu menyundul bola muntah hasil blunder kiper Kepa Arrizabalaga pada menit ke-60. Empat menit berselang, O’Reilly kembali menjebol gawang Arsenal melalui tandukan sempurna memanfaatkan umpan Matheus Nunes.

Guardiola memuji penampilan Antoine Semenyo di babak pertama dan Jeremy Doku di babak kedua, serta peran krusial Rodri dan Bernardo Silva yang bermain di posisi yang tepat sesuai kebutuhan tim.
“Antoine sangat bagus di babak pertama, di babak kedua Jeremy, dan kami menemukan Rodri dan Bernardo di posisi yang kami butuhkan,” tambahnya.
Kemenangan ini mengukuhkan rekor baru bagi Guardiola. Ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang memenangkan Carabao Cup sebanyak lima kali, melewati rekor Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho yang masing-masing mengoleksi empat gelar.
Sebelum pertandingan, Guardiola telah memberikan peringatan bahwa Arsenal adalah tim yang sulit dikalahkan. Ia menyebut skuad Mikel Arteta itu mengendalikan banyak aspek permainan dan memiliki motivasi ekstra karena puasa gelar yang panjang. “Mereka memutuskan kapan bertahan, kapan membangun serangan, kapan memainkan bola panjang, dan bagaimana menghadapi bola kedua,” kata Guardiola dalam sesi jumpa pers jelang final.
Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Mereka gagal memanfaatkan momentum setelah tampil impresif di babak pertama. Kiper James Trafford, yang dipilih Guardiola sebagai penjaga gawang utama di Piala Liga, tampil gemilang dengan penyelamatan ganda pada menit ketujuh. Ia menepis tembakan Kai Havertz dan dua kali menggagalkan usaha Bukayo Saka.
Kegagalan Arrizabalaga mengantisipasi umpan silang Rayan Cherki menjadi titik balik pertandingan. Blunder kiper yang dipinjam dari Chelsea itu memicu kegemparan di kubu Arsenal. Riccardo Calafiori sempat mengenai tiang gawang dan Gabriel Jesus membentur mistar, namun tak ada gol balasan yang tercipta.
Gelar ini menjadi trofi ke-19 Guardiola selama 10 musim menangani Manchester City. Ia menyebut kemenangan atas tim sekelas Arsenal menjadikan gelar Carabao Cup kali ini terasa spesial.
“Kami memenangkan kemenangan luar biasa. Carabao Cup bukanlah Premier League atau Liga Champions, tetapi kemenangan melawan tim itu menjadikannya gelar yang istimewa,” pungkas Guardiola.







Tidak ada komentar