Pemerintah Perkuat Cadangan BBM, Targetkan Ketahanan Energi hingga Tiga Bulan

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 05 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA– Pemerintah bersiap membangun fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak baru guna memperkuat ketahanan energi nasional yang saat ini masih terkendala keterbatasan infrastruktur.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas cadangan BBM agar ke depan bisa mencapai hingga tiga bulan sesuai standar internasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa selama ini kemampuan tampung BBM nasional memang terbatas, yakni maksimal sekitar 25 hari, sementara standar minimal cadangan nasional berada di kisaran 20–23 hari.

Kondisi ini menjadi sorotan publik setelah muncul perbandingan dengan Jepang yang memiliki cadangan hingga 254 hari.

“Kemampuan tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional,” ujar Bahlil dalam keterangan pers yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketersediaan pasokan, melainkan keterbatasan infrastruktur penyimpanan. Ia menegaskan, penambahan stok hingga 60 hari tidak bisa dilakukan tanpa didukung kapasitas tangki yang memadai.

“Jadi kita tidak bisa katakanlah stok 60 hari kalau tidak punya storage-nya. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana?” jelasnya.

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian ESDM kini tengah menyiapkan rencana pembangunan storage baru. Studi kelayakan tengah berjalan dan ditargetkan pembangunan fisik dimulai tahun 2026. Salah satu alternatif lokasi yang dipertimbangkan berada di wilayah Sumatra yang dinilai strategis.

Dengan pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan, pemerintah menargetkan cadangan energi nasional dapat diperkuat hingga setara kebutuhan tiga bulan atau 90 hari.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak dunia, termasuk konflik terbaru antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz.

Bahlil memastikan hingga saat ini pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga telah melakukan langkah antisipatif dengan mendiversifikasi sumber impor minyak mentah, termasuk mengalihkan sebagian pasokan dari kawasan Timur Tengah ke negara lain seperti Amerika Serikat, Afrika, dan Amerika Selatan .

Untuk produk BBM jadi seperti bensin, Indonesia kini lebih banyak mengandalkan pasokan dari kawasan Asia Tenggara sehingga relatif aman dari gangguan di Timur Tengah.

“Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin, dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Sampai dengan 1–2 bulan ke depan insyaallah masih clear, tidak ada masalah,” ucap Bahlil.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!