Kegiatan reboisasi dengan menanam 500 bibit pohon di kawasan hutan petak 7 wilayah Perhutani KPH Kedu Utara, Kamis (22/1/2026)/Foto: Humas Pemkab Temanggung.Indoragamnewscom, TEMANGGUNG –Kabar gembira bagi para pencinta ketinggian. Sebuah jalur pendakian baru menuju puncak Gunung Prau segera hadir melalui Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

Namun, berbeda dengan pembukaan jalur pada umumnya, pihak pengelola memilih untuk “mempercantik” alam terlebih dahulu sebelum menyambut langkah kaki para pendaki.
Sebagai langkah konkret, sebanyak 500 bibit pohon ditanam di kawasan hutan petak 7 wilayah Perhutani KPH Kedu Utara pada Kamis (22/1/2026). Aksi ini menjadi bukti bahwa jalur Campurejo ingin menawarkan sensasi mendaki di tengah rimba yang benar-benar hijau dan lestari.
Siapkan Alam Sebelum Sambut Wisatawan

Sekretaris Desa Campurejo, Haida Sofa, mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin terburu-buru membuka jalur tanpa memastikan fondasi lingkungannya kuat. Baginya, kenyamanan pendaki dan kelestarian hutan harus berjalan beriringan.
“Penanaman ini menyasar area hutan yang tegakannya mulai jarang. Kita ingin mengembalikan kerimbunan lereng Prau. Intinya, kita siapkan alamnya dulu agar tetap hijau dan asri sebelum jalur benar-benar dibuka,” ujar Haida tegas.
Bibit yang ditanam pun tak sembarangan. Ada perpaduan antara pohon konservasi jenis Puspa dengan tanaman produktif seperti alpukat, jambu, dan kopi. Strategi ini diharapkan membuat warga lokal bisa memanen hasil bumi sambil tetap menjaga paru-paru bumi.
Terinspirasi Pesan ‘Berdamai dengan Alam’ Sang Mantan Kades
Langkah hijau ini rupanya bukan tanpa alasan. Haida menyebut gerakan ini merupakan bentuk nyata dalam menjalankan pesan Bupati Temanggung, Agus Setyawan. Menariknya, Bupati Agus adalah sosok yang sangat mengenal wilayah ini karena pernah menjabat sebagai Kepala Desa Campurejo selama 16,5 tahun.
“Kami terinspirasi langkah Pak Bupati yang gencar mengingatkan soal kelestarian alam. Beliau berpesan, bahwa berdamai dengan alam sama pentingnya dengan menjaga harmoni antarmanusia,” kata Haida mengenang pesan sang Bupati.
Kolaborasi Lintas Sektor
Aksi penghijauan masif ini dipimpin langsung oleh Administratur/KKPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, dengan mengerahkan kekuatan sekitar 250 personel. Mulai dari jajaran Perhutani, TNI, Polri, hingga relawan Basecamp Campurejo dan Wates turut terjun langsung mencangkul tanah demi masa depan Gunung Prau.
Harapannya, jalur Campurejo nantinya tidak hanya dikenal karena pemandangan sunrise-nya yang memukau, tetapi juga karena rimbunnya hutan yang terjaga, memberikan manfaat ekonomi bagi desa, serta menjadi warisan ekologis yang berkelanjutan.







Tidak ada komentar