Kasus kedua Shin I Rang di Phantom Lawyer menghadirkannya pada arwah trainee K-pop yang terbunuh/Foto: SoompiIndoragamnewscom-Kasus kedua yang ditangani Shin I Rang justru datang tanpa diundang. Seorang remaja perempuan muncul di kantornya, bukan sebagai klien hidup, melainkan arwah yang membutuhkan jawaban atas kematiannya sendiri.
Yang membuat situasi kian rumit, setiap kali arwah itu mengambil alih tubuhnya, pengacara pemilik indra keenam itu bertingkah persis seperti gadis remaja.

Dua pekan lalu, Shin I Rang (Yoo Yeon Seok) baru saja menyelesaikan kasus malpraktik medis dengan kemenangan. Namun, ketenangan tak bertahan lama. Seorang arwah gadis sekolah menengah mendatanginya di kantor, bukan untuk meminta keadilan atas nama orang lain, melainkan untuk dirinya sendiri. Ia ingin tahu identitasnya dan bagaimana ia meninggal.
Yang tak bisa dikendalikan I Rang adalah sifat kerasukan yang melekat pada kemampuannya melihat arwah. Setiap kali gadis itu mengambil alih, I Rang mendadak bertingkah seperti remaja. Adegan paling menggelikan terjadi ketika ia menari mengikuti lagu grup K-pop dengan gaya imut yang sungguh tak terbayang dari mantan preman yang sebelumnya kerap menampilkan sisi maskulin dalam adegan aksi.
Perubahan sikap I Rang begitu mencolok sehingga keluarganya cepat menyadari ada yang tak biasa. Ibunya, Park Kyung Hwa (Kim Mi Kyung), memilih melindungi rahasia itu, bahkan membantu memasak untuk membangkitkan suasana hati arwah gadis tersebut ketika penyelidikan menemui jalan buntu. Sebaliknya, ipar I Rang, Yoon Bong Soo (Jeon Seok Ho), justru menjadi sumber komedi baru. Ia penakut, bahkan mungkin lebih dari I Rang, tetapi tetap setia menjadi mitra meski kadang ketakutan setengah mati.

Dari keluarganya pula I Rang akhirnya menemukan petunjuk identitas arwah itu. Gadis itu bernama Kim Soo Ah (Oh Ye Ju, penampilan khusus), seorang trainee berbakat yang hampir memulai debut sebagai anggota grup K-pop. Ia tumbuh tanpa sosok ibu yang meninggalkannya sejak kecil, hidup bersama nenek yang mencintainya namun tak mampu memberi kemewahan. Musik menjadi jalannya keluar. Ia berlatih keras dengan mimpi membahagiakan neneknya.
Namun, langkah menuju panggung debut terhenti. Soo Ah meninggal. Dan kematiannya dibingkai sebagai bunuh diri—sebuah tuduhan yang membuat keluarganya tak hanya kehilangan, tetapi juga harus menanggung aib.
Di tengah penyelidikan, I Rang kembali berhadapan dengan Han Na Hyun (Esom). Jaksa yang kerap membuat gerah karena ia selalu berada di sisi kepentingannya sendiri itu tengah menangani kasus bekas agensi Soo Ah. Namun kasus ini membuka luka lama Na Hyun, membuatnya membantu I Rang meski dengan syarat: suatu saat I Rang harus mengungkap rahasianya.
Mereka menemukan fakta bahwa pembunuh Soo Ah adalah sesama trainee, sahabat yang selama ini dianggap paling dekat. Motifnya tak ubahnya kasus sebelumnya: kecemburuan dan niat jahat pihak ketiga yang merenggut masa depan orang tak bersalah.
Yang paling menyayat dari kasus ini bukan hanya nyawa muda yang melayang. Soo Ah tak hanya kehilangan masa depannya, tetapi juga persahabatan yang ia yakini tulus. Ia pun tak sempat bertemu dengan ibunya yang telah lama menghilang.
Kisah ini berakhir dengan cara yang pahit-manis. Soo Ah tak bisa lagi bertemu ibunya. Namun ia menemukan alasan mengapa sang ibu meninggalkannya dulu. Ibunya, yang kini berada di ambang kebutaan, menerima donasi kornea—dari Soo Ah sendiri. Ibu itu akhirnya bersatu kembali dengan nenek Soo Ah. Mereka hidup untuk mengenang dan menghormati anak yang hilang.
Sebuah peringatan anumerta digelar. Penggemar dan sahabat mengucapkan selamat jalan. Dalam usianya yang singkat, Soo Ah pergi dengan damai, mengetahui bahwa musik yang ia cintai akan terus menginspirasi.
Ini baru kasus kedua bagi Shin I Rang. Seiring pengalaman dan kepercayaan dirinya bertambah, taruhan dalam setiap kasus yang ia tangani pun akan kian kompleks.






