Puting Beliung Terjang 30 Rumah di Rejang Lebong, Suasana Mencekam 15 Menit

2 menit membaca
Nandang Permana
Daerah - 05 Apr 2026

Indorgamnewscom, BENGKULU-Bencana alam angin puting beliung menerjang Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Sabtu sore (4/4/2026).

Data sementara mencatat sedikitnya 30 rumah warga mengalami kerusakan, baik kategori rusak berat maupun ringan, yang tersebar di dua dusun.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti tiang listrik juga dilaporkan mengalami kerusakan yang menyebabkan pemadaman listrik total di wilayah tersebut.

Salah seorang warga, Mardiani, mengungkapkan bahwa sebelum puting beliung terjadi, kondisi cuaca sempat normal dan cerah. Namun, suasana berubah tiba-tiba ketika langit mendadak gelap pekat. “Awalnya terang, lalu tiba-tiba gelap. Setelah itu angin mulai kencang,” ujar Mardiani saat diwawancarai pada Sabtu malam.

Ia menambahkan, setelah angin menguat, terdengar suara gemuruh dari langit yang disusul petir besar dan hujan deras. Tak lama kemudian, pusaran angin puting beliung muncul dan berputar di sekitar permukiman warga.

Secara karakteristik, angin puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam, bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit . Namun dalam kejadian ini, pusaran angin disebut berlangsung sekitar 15 menit, tergolong lebih lama dari biasanya.

Angin tersebut pertama kali menghantam satu rumah hingga rusak berat, lalu bergerak berputar-putar dan merusak puluhan rumah lainnya. Kejadian nahas itu berlangsung sekitar 15 menit. “Kurang lebih 15 menit, suasananya sangat mencekam,” tambahnya.

Kepala Desa Sumber Urip, Sri Wahyudi, membenarkan kronologi tersebut. Ia menyebut pusaran angin awalnya terlihat muncul dari arah kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba sebelum turun menuju permukiman warga.

“Awalnya terlihat dari arah atas bukit, kemudian turun ke permukiman warga,” ujar Sri Wahyudi.

Desa Sumber Urip sendiri terletak di kaki Gunung Kaba dan dikenal sebagai desa wisata yang masuk dalam 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 .

Kondisi geografis yang berada di lereng perbukitan menjadikan desa ini rentan terhadap fenomena cuaca ekstrem seperti puting beliung.
Berdasarkan klasifikasi bencana, puting beliung merupakan dampak ikutan dari pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa terjadi selama periode musim hujan, dengan kehadirannya yang belum dapat diprediksi secara akurat dan terjadi secara tiba-tiba pada area skala sangat lokal.

Hingga saat ini, petugas gabungan bersama warga masih melakukan pembersihan material bangunan serta pendataan lanjutan. Dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini, namun total kerugian material masih dalam proses perhitungan oleh pihak terkait.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan mengingat musim pancaroba yang masih berlangsung di wilayah Bengkulu.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!