Raphinha minta maaf soal gestur ke suporter Atletico usai Barcelona tersingkir, tapi tetap ngotot timnya “dirampok” wasit. Ia terancam sanksi UEFA/Foto: Instagram RaphinhaIndoragamnewscom-Kegagalan Barcelona melangkah ke semifinal Liga Champions menyisakan lebih dari sekadar kekalahan agregat 2-3 dari Atletico Madrid.

Di pinggir lapangan Stadion Metropolitano, Selasa malam, kapten tim asal Brasil itu ketahuan kamera.
Raphinha tak bisa bermain karena cedera hamstring. Namun ia hadir memberi dukungan. Saat laga usai, ia mengacungkan jari ke arah pendukung tuan rumah—seolah memberi isyarat bahwa Atletico akan segera menyusulnya keluar di babak selanjutnya.
“Maaf atas gestur saya, itu tidak sesuai dengan nilai atau karakter saya,” tulis Raphinha di akun Instagram DAZN, *Rabu (15/4/2026)*, seperti dikutip Football Espana. “Itu terjadi di saat tegang, sebagai respons terhadap suporter yang tidak menghormati saya.”

Barcelona sebenarnya menang 2-1 di markas Atletico berkat gol cepat Lamine Yamal dan Ferran Torres. Namun kemenangan itu tak cukup menutupi kekalahan 0-2 di leg pertama di Camp Nou.
Yang membuat Raphinha benar-benar naik darah bukanlah ejekan suporter, melainkan kepemimpinan wasit asal Prancis, Clement Turpin. Di babak pertama, tuntutan penalti atas insiden yang melibatkan Dani Olmo diabaikan. Di babak kedua, Eric Garcia diusir keluar pada menit 79 setelah melanggar Alexander Sorloth.
“Bagi saya, ini perampokan,” kata Raphinha kepada wartawan usai laga. “Wasit sangat buruk. Keputusan yang mereka ambil luar biasa. Atletico melakukan banyak pelanggaran dan wasit tak memberi satu kartu kuning pun”.
Ia bahkan melontarkan pernyataan kontroversial: “Saya benar-benar ingin memahami rasa takut yang mereka miliki sehingga tidak ingin Barcelona menang” .
Pernyataan ini berpotensi membawa Raphinha ke meja disiplin UEFA. Berdasarkan preseden sebelumnya—Neymar pernah dijatuhi larangan tiga laga pada 2019 karena komentar serupa—ancaman itu nyata. Jika dihukum, ia akan menjalani sanksi di musim depan, bukan di kompetisi yang sudah berakhir.
Kiper Atletico, Juan Musso, yang tampil gemilang dengan 14 penyelamatan sepanjang dua leg , langsung merespons tajam tuduhan “perampokan” itu.
“Anda tidak bisa bicara soal perampokan. Kami menang di lapangan. Kami mengalahkan mereka 2-0 di kandang. Orang terakhir, di sepak bola itu kartu merah, sayang sekali,” ujar Musso dikutip dari AS.
Musso juga menyoroti insiden benturan dengan Fermin Lopez yang mengakibatkan hidung pemain Barca itu berdarah. “Itu gerakan yang bisa terjadi. Dia menanduk bola dan saya menjulurkan kaki untuk menghalau. Bagaimana mungkin itu penalti?”.
Pelatih Barcelona Hansi Flick memilih jalan berbeda. Usai protes keras di leg pertama, ia tak mau lagi membahas wasit setelah leg kedua. “Tim kami pantas mendapat keberuntungan lebih. Tapi beginilah adanya, kami harus menerimanya,” kata Flick.
Raphinha diperkirakan baru kembali pada awal Mei. Sementara itu, Atletico Madrid menanti pemenang antara Arsenal dan Sporting CP di babak semifinal.







Tidak ada komentar