Ilustrasi seorang lelaki muslim sedang melaksanakan sholat tahajud di spertiga malam/Foto: Indoragamnewscom
Indoragamnewscom-Keutamaan shalat malam menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam yang dianjurkan untuk diamalkan setiap hari. Ibadah ini tidak harus menunggu momentum tertentu seperti Ramadan atau Muharram.

Shalat malam merupakan amalan sunnah yang dapat dilakukan kapan saja setelah shalat Isya sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
Shalat malam adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, dimulai sejak selesai shalat Isya meskipun belum tidur. Hal ini berbeda dengan shalat tahajud yang dikerjakan setelah tidur terlebih dahulu.
Rangkaian shalat malam mencakup shalat ba’diyah Isya, witir, shalat sunnah mutlak, serta termasuk di dalamnya shalat tahajud.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, seperti dilansir dari 5 Keistimewaan Shalat Malam:
واعلم أن من صلى بعد العشاء فقد قام من الليل
Artinya: Ketahuilah, sesungguhnya orang yang shalat setelah isya’, dia termasuk menjalankan shalat malam (Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Risalatul Mu’awanah wal-Mudzaharah wal-Muazarah, [Darul Hawi: 1994], halaman 40).
Habib Abdullah menjelaskan bahwa shalat yang dilakukan setelah tidur atau tahajud memiliki kedudukan lebih utama. Selain dilakukan dengan kesungguhan, ibadah ini juga lebih terjaga dari riya karena dikerjakan dalam suasana sunyi.
Perintah shalat malam juga termaktub dalam Al-Qur’an:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Artinya: Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (QS Al-Isra’: 79).
Rasulullah juga mendorong umatnya untuk menghidupkan malam dengan ibadah:
نْزِلُ رَبُّنَا، تَبَارَكَ وَتَعَالَى، كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ سْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Keutamaan pertama shalat malam adalah kedudukannya sebagai ibadah sunnah paling utama setelah shalat wajib.
Sabda Rasulullah saw:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ
Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam (HR Muslim).
Hadis ini menegaskan posisi shalat malam sebagai amalan sunnah yang memiliki nilai paling tinggi dibandingkan ibadah sunnah lainnya.
Keutamaan kedua, nilai shalat malam disebut lebih besar dibanding shalat sunnah di siang hari.
فَضْلُ صَلَاةِ اللَّيْلِ عَلَى صَلَاةِ النَّهَارِ كَفَضْلِ صَدَقَةِ السِّرِّ عَلَى صَدَقَةِ الْعَلَانِيَةِ
Shalat malam diibaratkan seperti sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sedangkan shalat siang seperti sedekah yang dilakukan secara terang-terangan. Selisih keutamaannya disebut mencapai 70 kali lipat.
Shalat malam juga dikenal sebagai amalan yang identik dengan orang-orang saleh. Ibadah ini tidak populer dan tidak semua orang mampu menjalaninya secara rutin.
Berbeda dengan sedekah atau tolong-menolong yang bisa dilakukan siapa saja, shalat malam cenderung dikerjakan oleh mereka yang memiliki komitmen kuat dalam beribadah.
Rasulullah bersabda:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ
“Hendaknya kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan (Sunan At-Tirmidzi: 3549).”
Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah membanggakan hamba yang meninggalkan tempat tidurnya untuk beribadah di malam hari.
إن الله يعجب من العبد إذا قام من على فراشه وبين أهله إلى صلاته ويباهى به ملائكته ويقبل عليه بوجهه الكريم
Artinya: Sesungguhnya Allah membanggakan hambanya kepada para malaikat ketika hamba tersebut berdiri meninggalkan tempat tidurnya dan keluarganya menuju shalat dan Allah menerima hamba tersebut (Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Risalatul Mu’awanah wal-Mudzaharah wal-Muazarah, [Darul Hawi: 1994], halaman 40-41).
Keutamaan lain shalat malam adalah menjadi waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa. Rasulullah menyebut bahwa pada malam hari terdapat waktu khusus ketika doa dikabulkan.
إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
Artinya:: Sesungguhnya di dalam malam terdapat waktu yang jika ada seorang muslim meminta kepada Allah dengan kebaikan baik urusan dunia maupun akhirat, pasti Allah akan memberikannya. Dan waktu tersebut adalah sepanjang malam (HR Muslim).
Dalam sebagian kitab disebutkan bahwa mengaku mencintai Allah namun melewatkan malam tanpa ibadah dianggap sebagai sikap yang tidak sejalan dengan kecintaan tersebut.
Syekh Ismail bin Ibrahim al-Jabruti menyatakan,” semua kebaikan dikumpulkan pada malam hari. Saya tidak pernah mengangkat seseorang menjadi wali kecuali saat malam hari.”
Sementara Habib Abdullah bin Abu Bakar al-Idrus mengatakan “Barangsiapa yang ingin mendapatkan kebeningan rabbani, hendaknya ia mau memecah keheningan malam.”







Tidak ada komentar