Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meninjau langsung Pasar Nanggalo Siteba, Padang, untuk memastikan keamanan pangan selama Ramadan/Foto: Media Center SumbarIndoragamnewscom, PADANG-Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperketat pengawasan keamanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan melalui peninjauan langsung ke Pasar Nanggalo Siteba, Kota Padang.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, memimpin sidak bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) guna memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat terbebas dari zat berbahaya.
Pengawasan difokuskan pada pabukoan atau takjil yang banyak dijual pedagang. Sebanyak 13 sampel makanan dan minuman diambil untuk diuji menggunakan mobil laboratorium keliling BPOM.
“Kita ingin memastikan harga tetap stabil dan kondisi makanan yang dijual masih baik dan bersih. Kami berharap seluruh masyarakat dan pedagang dapat bersama-sama menjaga kebersihan,” ujar Vasko dikutip Rabu (4/3/2026).

Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan kandungan formalin, boraks, maupun pewarna tekstil pada sampel yang diuji. Pelaksana Tugas Kepala BPOM, Elyunaida, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan di lokasi untuk mempercepat hasil pemeriksaan.
“Kami melakukan sampling terhadap makanan yang dijual. Sampel langsung diuji menggunakan mobil laboratorium keliling kami, sehingga hasilnya dapat segera diketahui,” jelasnya.
Hasil akhir akan divalidasi dan dikoordinasikan sebelum diumumkan sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Aklima, menyampaikan bahwa pengawasan difokuskan pada makanan siap saji seperti bakso, mie, lontong, risoles, hingga aneka makanan berbahan tepung seperti cendol.
Tren keamanan pangan di Sumatera Barat menunjukkan hasil positif dibandingkan tahun lalu. Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri sebelumnya mengungkapkan bahwa pada Ramadan tahun lalu ditemukan empat pelanggaran, termasuk penggunaan pewarna tekstil Rhodamin B.
“Tahun ini trennya jauh lebih baik. Ini berkat sinergitas Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan,” ujar Martin saat pengawasan serupa di Pasa Pabukoan RTH Imam Bonjol beberapa hari sebelumnya .
Selain menguji takjil, BBPOM juga telah memeriksa 26 sarana distribusi, termasuk ritel dan distributor, untuk memastikan tidak ada produk kedaluwarsa atau tanpa izin edar.
Menjelang Lebaran, BBPOM berencana melakukan razia parsel dan mengimbau pelaku usaha memastikan produk dalam parsel memiliki masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Idulfitri.
Pemerintah Provinsi Sumbar memastikan pengawasan pasar akan dilakukan secara rutin sepanjang Ramadan guna menjamin keamanan pangan dan menjaga stabilitas harga. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan prinsip Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (CEK KLIK) sebelum membeli makanan.






