Deretan kendaraan di gerbang tol saat kenaikan volume lalu lintas libur Imlek 2026/Foto: Jasa MargaIndoragamnewscom, JAKARTA-Mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat mengalami kenaikan tajam pada momen libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.

Volume lalu lintas libur Imlek 2026 tercatat melonjak di sejumlah gerbang tol utama akibat meningkatnya arus kendaraan yang keluar dari area Jakarta dan sekitarnya.
Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional melaporkan bahwa total kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menembus angka 229.244 unit pada periode ini.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan bahwa data tersebut menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan jika disandingkan dengan hari biasa.

“Angka tersebut meningkat 11,00 persen dibandingkan volume lalu lintas normal sebanyak 206.524 kendaraan,” ujar Widiyatmiko.
Rincian Pergerakan Kendaraan di Gerbang Tol Jabodetabek
Berdasarkan data resmi, lonjakan tertinggi terpantau pada akses menuju bandara dan arah Tangerang. Distribusi kendaraan di empat gerbang tol (GT) utama adalah sebagai berikut:
GT Cengkareng: Arus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 94.787 unit, naik 14,79 persen dari volume normal 82.577 kendaraan.
GT Benda Utama: Kendaraan menuju arah Tangerang tercatat 38.548 unit, meningkat 18,08 persen dibandingkan kondisi normal 32.645 kendaraan.
GT Cikupa: Pergerakan menuju arah Merak dilalui 54.899 kendaraan, naik 5,69 persen dari volume normal 51.944 kendaraan.
GT Ciawi 1: Arus menuju kawasan wisata Puncak Bogor mencapai 41.010 kendaraan, tumbuh 4,20 persen dari lalu lintas normal 39.358 kendaraan.
Selain di Jabodetabek, peningkatan arus kendaraan juga terjadi di wilayah Jawa Barat, khususnya pada ruas Tol Padaleunyi. Widiyatmiko menyebutkan total kendaraan yang melintas di wilayah tersebut mencapai 147.338 unit.
“Jumlah tersebut naik 9,54 persen dibandingkan volume normal 134.508 kendaraan,” tambahnya.
Pada GT Cileunyi, tercatat ada 32.865 unit kendaraan yang menuju arah Bandung dari Rancaekek dan Garut, naik 15,00 persen. Sebaliknya, kendaraan yang mengarah ke Rancaekek dan Garut mencapai 40.935 unit atau naik 8,17 persen.
Sementara itu, di GT Pasteur, arus kendaraan yang meninggalkan Kota Bandung sebanyak 32.764 unit (naik 4,81 persen). Adapun volume kendaraan yang masuk ke pusat kota Bandung menyentuh angka 40.774 unit, meningkat 10,73 persen.
Menyikapi kondisi tersebut, Jasa Marga meminta pengguna jalan untuk memastikan kesiapan perjalanan secara menyeluruh. Hal ini mencakup kondisi fisik pengemudi, kesiapan mesin kendaraan, ketersediaan bahan bakar, hingga kecukupan saldo uang elektronik.
“Kami ingatkan pengguna jalan untuk menggunakan satu kartu e-toll yang sama pada ruas dengan sistem transaksi tertutup seperti Cipularang, Padaleunyi, dan JORR II, baik saat tapping di gerbang masuk maupun keluar, guna menghindari kendala dalam proses transaksi,” pungkas Widiyatmiko.






