TRENDING

ASN Blora Geruduk Pasar Tradisional! Ternyata Ini Alasan Menyentuh di Baliknya

3 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 24 Jan 2026

Indoragamnewscom, BLORA–Suasana Pasar Sido Makmur Blora mendadak pecah pada Jumat (23/1/2026) pagi. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasanya berseragam rapi di kantor, kini tampak sibuk menawar cabai dan bumbu dapur.

Inilah peluncuran resmi gerakan “ASN Belanja ke Pasar Tradisional” yang digagas langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman.

Bukan sekadar belanja biasa, aksi ini merupakan strategi “keroyokan” untuk menghidupkan kembali nadi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Blora.

Hitung-hitungan Fantastis: Rp550 Juta dari Saku ASN

Bupati Arief Rohman memiliki kalkulasi yang luar biasa. Dengan kekuatan 11.000 ASN di Blora, dampak ekonomi yang dihasilkan jika mereka belanja serentak di pasar lokal tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Setiap Jum’at kami himbau ASN untuk belanja ke pasar tradisional terdekat. Terimakasih Pak Sekda atas inovasinya. Biar pasar kita semakin ramai. Sebut saja ASN Blora jumlahnya 11.000 orang. Jika satu ASN sehari belanja 50 ribu ke pasar tradisional, akan ada perputaran uang sebesar Rp550 juta sehari. Perekonomian pasar akan lebih hidup,” jelas Bupati penuh semangat.

Wujud Syukur: TPP Aman, Pedagang Kebagian Berkah

Di balik gerakan ini, ada pesan menyentuh dari Sekda Blora, Komang Gede Irawadi. Ia mengajak para abdi negara untuk “berbagi rezeki” kepada pedagang kecil sebagai bentuk rasa syukur karena kesejahteraan mereka tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Di tengah kondisi ekonomi daerah yang tidak pasti ini. Alhamdulillah Pak Bupati tidak memotong TPP ASN, sedangkan daerah lain banyak yang dipotong. Sehingga sebagai wujud syukur mari kita belanja ke pasar tradisional agar ekonomi pedagang juga ikut terbantu. Kalau ibu ibu belanja Rp 100 ribu, ya bapak bapaknya sekitar Rp 50 ribuan,” ungkap Sekda Komang.

Pasar Sido Makmur Naik Kelas: E-Parkir hingga Toilet Gratis

Tak hanya menyuruh ASN belanja, Pemkab Blora juga terus memoles fasilitas pasar. Kepala Dindagkop UKM, Kiswoyo, memastikan kenyamanan pembeli kini jadi prioritas utama dengan berbagai pembaruan fasilitas.

“Untuk parkir, alhamdulilah sekarang sudah berlaku e parkir. Sebelum lebaran nanti akan kita tambah dua pintu keluar agar antrian tidak memanjang. Untuk hal kebersihan, kita pakai tenaga outsourcing. Termasuk pengelolaan toilet umumnya. Jika dulu ke toilet bayar, sekarang gratis dan kebersihannya terjaga,” papar Kiswoyo.

Pedagang Girang: “Jangan Cuma Hari Jumat, Pak!”

Usai peluncuran, Bupati Arief bersama Ketua TP PKK, Aini Sholihah, langsung blusukan memborong cabai hingga sarapan lontong sayur di warung warga. Aksi ini pun disambut suka cita oleh para pedagang yang berharap keramaian ini terus berlanjut.

“Kalau bisa jangan hanya hari Jum’at saja Pak. Hari hari lainnya juga. Biar pasar lebih ramai lagi, apalagi sebulan lagi Ramadhan disusul Lebaran,” cetus Darni (43), salah satu pedagang yang lapaknya ikut “dilarisi” rombongan ASN.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi menjadi budaya baru bagi para pejabat dan pegawai negeri untuk selalu mendahulukan ekonomi rakyat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!