Travin Thibodeaux, pemain Bogor Hornbills, melakukan drive ke ring melawan pemain Satya Wacana Salatiga di GOR Basket Prof. Susilo Wibowo/Foto: IBLIndoragamnewscom, JAKARTA-Bogor Hornbills tidak membiarkan kekalahan dari Satria Muda Pertamina berlarut-larut. Sabtu (8/2/2026) malam, mereka membalas dengan pertunjukan ofensif yang gemilang, menundukkan Satya Wacana Salatiga dengan skor telak 99-75 di GOR Basket Prof. Susilo Wibowo.

Kemenangan ini menjadi penyembuh sekaligus bukti bahwa Hornbills mampu mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan fatal, terutama dalam pemilihan tembakan (shooting selection). Sebaliknya, ini adalah kekalahan kedelapan beruntun bagi tuan rumah di IBL GoPay 2026.
“Pertandingan ini bagus untuk kedua tim. Mereka ‘young blood’, kami memberikan respect pada mereka (Satya Wacana),” kata bintang kemenangan Travin Thibodeaux, yang menjadi top skor dengan 30 poin.
Kunci kemenangan Bogor Hornbills terletak pada efisiensi yang meningkat drastis. Pasca-kekalahan di Bandung, evaluasi dilakukan terhadap masalah shooting selection, khususnya saat fast-break. Hasilnya, akurasi tembakan tim melonjak menjadi 54% (39 dari 72 percobaan) dengan raihan 14 three-point.

Travin Thibodeaux menjadi mesin utama dengan 30 poin dari 13/20 tembakan. Dukungan datang dari Kaleb Wesson (10 poin, 15 rebound) dan Stephaun Branch (10 poin, 6 rebound, 5 assist). Dari barisan lokal, Antoni Erga mencatatkan 10 assist, menunjukkan kolektivitas yang menghasilkan 26 assist secara total.
Di kubu Satya Wacana, kekalahan ini memperpanjang catatan pahit. Meski Kevin Kangu bermain cemerlang dengan 27 poin dan Serhii Pavlov mencetak double-double (13 poin, 11 assist), konsistensi tim tetap bermasalah. Mereka hanya mencetak di bawah 15 poin pada kuarter pertama dan ketiga, sebuah celah yang langsung dimanfaatkan Hornbills.
Secara statistik, akurasi dua angka Satya Wacana sebenarnya cukup bagus (61%), tetapi kehilangan momentum di dua kuarter krusial menjadi pembeda utama. Tim ini akan menghadapi ujian berat dengan back-to-back game pekan depan melawan Pacific Caesar dan RANS Simba Bogor.
Bagi Bogor Hornbills, laga ini lebih dari sekadar mengumpulkan poin. Ini adalah bukti implementasi evaluasi. “Kami selalu menganggap setiap pertandingan seperti final,” tegas Thibodeaux. Persiapan mental dan teknis itu akan diuji lagi saat mereka beristirahat hampir sepuluh hari, lalu menjamu Dewa United Banten pada 18 Februari.
Kemenangan ini mengembalikan kepercayaan diri Hornbills. Mereka menunjukkan bisa beradaptasi dan bangkit dari kekalahan. Sementara bagi Satya Wacana, pencarian kemenangan pertama musim ini kian mendesak sebelum terlambat terperosok di dasar klasemen.






