Bambang Soesatyo hadir dalam peluncuran buku Prabowo Politik Akal Sehat Tanpa Panggung di Senayan Park Jakarta/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, meluncurkan buku berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” dalam diskusi publik di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta, Minggu (15/2/2026). Buku karya jurnalis senior Joseph Osdar ini menggambarkan praktik politik yang bekerja dalam senyap tanpa sensasi.

Bamsoet mengungkapkan salah satu pesan utama buku ini adalah pentingnya kedewasaan dalam mengelola perbedaan. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan dan kepentingan merupakan keniscayaan, namun kualitas demokrasi ditentukan oleh cara para elite mengelola perbedaan itu.
“Kita lihat kemampuan Presiden Prabowo merangkul, menjembatani untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada demi kepentingan bangsa. Siapa yang tidak kenal misalnya Tom Lembong dan Hasto, yang berseberangan ketika Pilpres. Tetapi tiba-tiba kita dihentakkan oleh suatu keputusan, Tom Lembong dikasih abolisi, Hasto dikasih amnesti. Itulah yang ingin kita gambarkan,” kata Bamsoet.
Bamsoet menjelaskan buku ini merekam bagaimana politik sesungguhnya bekerja, tidak selalu di depan kamera atau di panggung besar melalui pernyataan populis. Politik akal sehat justru sering hadir dalam ruang sunyi dan keputusan tidak populer tetapi penting bagi bangsa.

“Pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Menyayangi, bukan menyaingi. Mendidik, bukan membidik. Membina, bukan menghina. Mencari solusi, bukan mencari simpati. Serta membela, bukan mencela,” tegas Bamsoet.
Peluncuran buku ini dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menkomdigi RI Meutia Hafid, Dubes RI untuk Italia Junimart Girsang, Mantan Ketua MK Prof. Jimly Asshiddiqie, Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutarman, Mantan Ketua DPR Setya Novanto, serta pengamat politik Rocky Gerung dan Akbar Faisal.
Penulis buku Joseph Osdar menjadikan Bamsoet sebagai narasumber utama. Osdar menempatkan Prabowo dan Bamsoet sebagai contoh praktik politik rasional di tengah budaya politik yang sering kali emosional dan reaktif.
“Demokrasi tidak akan rusak karena perbedaan, tetapi ia bisa rusak karena ketidakmampuan mengelola perbedaan. Politik tanpa panggung adalah politik yang tidak sibuk memperlebar jarak, tetapi berupaya menjembatani kepentingan demi stabilitas nasional agar investasi tumbuh, dunia usaha berkembang,” tegas Osdar.
Buku ini juga menyoroti bagaimana relasi politik yang dibangun atas dasar saling menghormati peran kelembagaan mampu menciptakan stabilitas politik jangka panjang. Menurut Osdar, hubungan politik yang sehat tidak harus selalu diekspresikan melalui koalisi formal atau pernyataan publik demonstratif.
Pengamat politik Rocky Gerung menegaskan politik tidak boleh semata-mata diukur dari elektabilitas, melainkan harus berangkat dari etika dan moralitas. Ia menilai dalam diri Prabowo Subianto terdapat sense of keperwiraan yang tercermin dalam sikap dan keputusan politiknya.
Rocky menceritakan pengalamannya saat diminta masukan untuk debat Pilpres 2019. Ia menyarankan Prabowo membawa buku The Great Disruption karya Francis Fukuyama dan menanyakan kepada Joko Widodo bagian mana yang menarik untuk menguji kedalaman literasi kepemimpinan.
“Waktu itu Pak Prabowo minta masukan apa yang perlu disampaikan di debat. Saya sarankan beliau membawa buku The Great Disruption karya Francis Fukuyama dan menanyakan kepada Pak Joko Widodo bagian mana yang menarik. Itu untuk menguji kedalaman literasi kepemimpinan,” ujar Rocky.
Rocky menilai strategi tersebut secara politik berpotensi memberi keuntungan elektoral besar. Namun ia melihat Prabowo memilih jalan berbeda dengan tidak menggunakan pendekatan yang bisa mempermalukan lawan di atas panggung debat.
“Beliau menolak karena tidak ingin menghina Presiden Jokowi di panggung. Di situ saya melihat ada etika dan moralitas yang didahulukan. Politik bagi beliau bukan sekadar soal menang, tetapi juga menjaga martabat,” papar Rocky.






