TRENDING

Sie Kameng, Kari Kambing Penanda Perayaan di Aceh

2 menit membaca
Evan Permana
News, Wisata - 22 Mei 2026

Indoragamnewscom-Daging kambing muda direndam rempah berjam-jam. Lalu dimasak dengan api kecil hingga kuah santan mengental dan berminyak. Hasilnya: sie kameng, kari khas Aceh yang tak bisa lepas dari upacara adat dan hari besar Islam.

Hidangan ini hadir di setiap peristiwa penting—khitanan, perkawinan, akikah bayi, hingga Iduladha. Kehadirannya bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol kemakmuran dan kebersamaan. Di rumah makan, sie kameng dimasak dalam kuali besar yang diletakkan di depan sebagai tanda kejujuran kepada pengunjung.

Rempah dan teknik memasak

Sie kameng menggunakan puluhan jenis rempah: kunyit, ketumbar, jintan, kayu manis, kapulaga, cengkih, pekak, adas, daun kari, dan daun temurui. Santan kental membuat kuahnya berbeda dari kari kambing di daerah lain—lebih kental dan berminyak.

Daging kambing muda dipilih agar teksturnya empuk. Sebelum dimasak, daging dilumuri bumbu halus dan didiamkan minimal 30 menit, bahkan semalam di lemari es. Proses ini mengurangi aroma prengus sekaligus membuat bumbu meresap sempurna.

Pemasakan dilakukan dengan api kecil selama dua jam lebih. Di Rumah Makan Ridha Ilahi, Banda Aceh, sie kameng juga ditambahi potongan nangka muda sebagai penguat tekstur.

Tradisi lama yang hampir hilang

Dahulu, sie kameng dimasak dengan biji ganja. Biji “pohon fly” itu berfungsi mengempukkan daging sekaligus memberi efek kantuk bagi penikmatnya. Menurut catatan, pohon ganja biasa tumbuh di pekarangan rumah Aceh pada era 1970-an. Nenek-nenek kerap menyuruh cucu mengambil sejumput daun atau biji untuk bumbu masakan. Penggunaan ganja kini hilang seiring hukum yang melarangnya.

Warung Singgahan di Ulee Kareng disebut sebagai pelopor yang membawa sie kameng dari masakan rumahan dan hajatan menjadi menu komersial pada tahun 1970-an. Namun warung itu kini tutup, dan resepnya “dirampok” tanpa hak cipta oleh banyak rumah makan.

Tempat menikmati sie kameng

Saat ini sie kameng mudah ditemukan di Banda Aceh, Sigli, dan Lhokseumawe. Rumah Makan Hasan yang berdiri sejak 1989 menjadi salah satu tempat legendaris dengan beberapa cabang. Warung Nasi Hasan, Rumah Makan Cut Mun, Kuah Beulangong Alta, dan Rumah Makan Syiah Kuala juga menyajikannya.

Harganya bervariasi. Di Ridha Ilahi, satu porsi sie kameng dibanderol Rp30 ribu di luar nasi. Di tempat lain bisa Rp25 ribu per porsi. Sebagian besar warung baru menyediakan hidangan ini saat jam makan siang.

Sie kameng biasanya disantap dengan nasi putih hangat, roti canai, atau martabak Aceh. Acar timun dan sambal pedas menjadi pendamping untuk menyeimbangkan rasa gurih dan kaya rempah.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!