Wakil Ketua Komisi X DPR Mufidah Kurniasih dorong digitalisasi pendidikan di daerah 3T. Tiga pilar: inklusif, adaptif, partisipatif/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Wakil Ketua Komisi X DPR RI Mufidah Kurniasih mendorong transformasi pendidikan nasional dengan tiga pilar digitalisasi: inklusif, adaptif, dan partisipatif. Ia menilai kesejahteraan guru dan dosen serta perhatian khusus pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) menjadi pilar utama keberhasilan.

“Digitalisasi pendidikan dan perbaikan kualitas pengajaran seperti sarana dan prasarana khususnya di daerah 3T juga harus diperhatikan, selain itu perhatian kepada teman-teman pengajar baik guru dan dosen menjadi pilar utama keberhasilan transformasi pendidikan,” tuturnya dikutip Jumat (12/6/2026).
Kurniasih memaparkan, digitalisasi pembelajaran dijalankan dalam tiga koridor. Inklusif berarti pendidikan bermutu harus dirasakan semua peserta didik di seluruh Indonesia. Adaptif berarti pendidikan dijalankan sesuai kebutuhan peserta didik agar mampu bersaing mengikuti perkembangan zaman. Partisipatif berarti melibatkan semua pemangku kepentingan.
“Digitalisasi pembelajaran juga harus dilandaskan dengan pendidikan karakter yang kuat, sebab penggunaan sistem seperti AI tidak bisa dijalankan dengan baik tanpa kode etik yang tepat sehingga anak-anak tidak akan tergantung dengan digital seperti AI yang akan mempengaruhi kemampuan berpikirnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia menilai telah terjadi perubahan signifikan dalam arah kebijakan pendidikan nasional, meski tantangan di lapangan tetap besar. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian konkret pemerintah, terutama dalam pembenahan sarana dan prasarana sekolah yang mengalami lonjakan drastis.
“Kami mendorong Kementerian Diktisaintek dan Dikdasmen serta BRIN bersikap totalitas dalam proses transformasi pendidikan nasional, kami berharap dan mendukung agar anggaran yang ada dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.






