Perlintasan sebidang Kereta Api/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi V DPR RI Haryanto menyoroti urgensi penanganan perlintasan sebidang di berbagai daerah, khususnya titik prioritas nasional, guna mencegah kecelakaan berulang.

Dalam kunjungan kerja spesifik di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (18/6/2026), ia menekankan perlunya langkah cepat dan berkelanjutan pascainsiden tragis di Bekasi.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu mendorong pemerintah, PT KAI, dan Kementerian PU untuk segera menangani perlintasan yang menjadi kewenangan nasional. “Beberapa waktu yang lalu kita ada kejadian kecelakaan tragis di Bekasi.
Karena itu, kita berupaya mendorong pemerintah, baik PT KAI, Kementerian Perhubungan maupun Kementerian PU, untuk bisa menangani perlintasan sebidang, khususnya yang menjadi kewenangan nasional,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kunjungan, terdapat sekitar 136 perlintasan sebidang nasional yang masuk kategori mendesak. Keterbatasan anggaran dan kompleksitas pekerjaan membuat pemerintah perlu menentukan skala prioritas agar pelaksanaan lebih efektif.

“Tidak mungkin semuanya dikerjakan sekaligus. Tetapi yang urgent harus segera ditangani secara bertahap agar risiko kecelakaan dapat ditekan,” katanya.
Haryanto juga menyoroti pentingnya tindak lanjut atas arahan Presiden terkait penanganan perlintasan sebidang, yang harus segera diterjemahkan ke dalam program konkret oleh kementerian dan lembaga terkait.
Ia mengingatkan agar isu keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya menjadi perhatian sesaat ketika terjadi kecelakaan besar. Komisi V DPR RI akan terus mengawal upaya penanganan agar konsisten dan tidak berhenti setelah perhatian publik mereda.
“Jangan sampai momen yang sekarang ini ramai diperbincangkan, tetapi setelah situasinya dianggap aman kemudian ditinggalkan. Ini harus terus kita dorong agar penanganan perlintasan sebidang berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Haryanto menilai peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting. Di sejumlah lokasi, pengguna jalan masih mengabaikan aturan meskipun palang pintu dan fasilitas pengamanan tersedia.
Karena itu, ia berharap pembenahan infrastruktur berjalan beriringan dengan edukasi keselamatan.
“Tujuan akhirnya adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melintas, baik pada masa angkutan Lebaran, hari-hari besar lainnya, maupun dalam aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.






