Anak SD Meninggal, ASPIRASI: Ini Alarm Keras Negara Soal Kemiskinan

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional - 06 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kematian seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, memantik keprihatinan berbagai pihak.
Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menilai peristiwa tragis yang diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi dan keterbatasan akses pendidikan itu sebagai peringatan serius bagi negara untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak dari keluarga rentan.

Organisasi tersebut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. ASPIRASI menilai peristiwa ini tidak dapat dilihat semata sebagai persoalan individual, melainkan cerminan masih adanya anak-anak Indonesia yang menghadapi hambatan ekstrem dalam memperoleh hak dasar mereka.

“Saya memandang kejadian ini bukan semata persoalan individual atau keluarga, melainkan sinyal penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pelaksanaan tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan dan pendidikan anak bangsa,” demikian disampaikan Mirah Sumirat, SE dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Menurut Mirah, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah menegaskan tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan, pekerjaan, dan pendidikan warga negara.

Ia merujuk Pasal 27 yang menjamin hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, Pasal 31 tentang hak memperoleh pendidikan, serta Pasal 34 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Ia menilai, setiap hambatan ekonomi yang menghalangi anak mengakses pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah, baik pusat maupun daerah. Karena itu, ASPIRASI mendorong penguatan kebijakan dan implementasi program perlindungan sosial secara nyata di lapangan.

Mirah mengusulkan sejumlah langkah konkret, antara lain memastikan akses pendidikan gratis yang efektif bagi keluarga rentan, memperkuat program perlindungan sosial, menyediakan pendampingan sosial dan psikologis di lingkungan pendidikan, serta mengembangkan sistem deteksi dini bagi anak-anak dalam kondisi sosial berisiko.

ASPIRASI menegaskan pentingnya kehadiran negara secara nyata, berkelanjutan, dan tepat sasaran agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang adil untuk tumbuh, belajar, dan membangun masa depan.

Organisasi tersebut berharap tragedi ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan sosial dan pendidikan nasional.
ASPIRASI juga menyampaikan solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan serta masyarakat yang terus memperjuangkan terpenuhinya hak dasar anak di Indonesia.

“Tragedi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan perbaikan sistem perlindungan sosial dan pendidikan nasional. ASPIRASI menyampaikan solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan serta seluruh masyarakat yang terus memperjuangkan terpenuhinya hak dasar anak di Indonesia,” pungkas Mirah Sumirat, SE Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI).

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!