Bupati Thaher (kaos merah) memberikan sambutan pada puncak acara FPMK di Pantai Ngursarnadan, Ohoi Ohoililir, Senin (27/10/2025).Foto:RikhardIndoragamanews.com, MALUKU TENGGARA-Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 merupakan bagian dari program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Bupati Thaher menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi cerminan model pariwisata regeneratif dan berkelanjutan, yang tidak hanya memukau secara visual, melainkan juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Festival ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi sebuah model pariwisata yang menumbuhkan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” ujar Thaher saat memberikan sambutan pada puncak acara FPMK di Pantai Ngursarnadan, Ohoi Ohoililir, Senin (27/10/2025).
Bupati mengapresiasi Kemenparekraf RI yang kembali menempatkan FPMK dalam kalender nasional KEN. Ia berharap keberlanjutan dukungan ini mampu memperkuat posisi Maluku Tenggara sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Maluku Tenggara memiliki lebih dari 76 destinasi wisata yang tersebar di Kepulauan Kei Kecil dan Kei Besar. Keindahan alam yang berpadu dengan nilai-nilai budaya menciptakan pengalaman wisata autentik.
“Bila saudara mencari pasir pantai terhalus di dunia, air sebening kristal, dan gugusan karang eksotis, maka Ngurbloat dan Ngursarnadan adalah jawabannya,” ujar Thaher bangga.
Selain itu, ia juga menyoroti destinasi lain seperti Pantai Ohoililir dengan gradasi birunya, Ngiar Warat dengan pasir putih menawan, Ngurtavur yang dikenal dengan lidah pasir di tengah laut, serta Gua Hawang yang sarat legenda dan pesona bawah tanah.
Bupati juga menyampaikan bahwa wisata olahraga (sport tourism) mulai dikembangkan sebagai sektor potensial. Namun, ia menyoroti tantangan utama berupa keterbatasan anggaran.
“Kami berharap dukungan nyata dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku agar potensi besar ini dapat dimaksimalkan,” imbuhnya.
Pemerintah daerah membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan menjamin dukungan penuh bagi investor yang ingin turut mengembangkan potensi daerah.
Menurutnya, penyelenggaraan FPMK 2025 telah memberikan dampak positif signifikan, seperti meningkatnya kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi lokal, hingga promosi budaya Kei di tingkat nasional dan internasional.
Namun, ia juga menyadari masih ada pekerjaan rumah, seperti penguatan infrastruktur, perluasan promosi, serta peningkatan kapasitas SDM pariwisata.
“Ke depan, FPMK tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi motor penggerak pariwisata berkelanjutan di Maluku Tenggara,” tegasnya.
Bupati menutup sambutannya dengan harapan agar suatu saat “Meti Kei” dikenal luas sebagai ikon wisata tropis dunia yang unggul karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakatnya.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, termasuk para talenta Kei di Timika, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Maluku, dan para sponsor yang telah mendukung suksesnya Festival Pesona Meti Kei 2025,” pungkasnya.
Sumber:Info Publik







Tidak ada komentar