Konflik Timur Tengah Memanas, DPR Minta Diplomasi Responsif dan Skenario Evakuasi Disiapkan

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 04 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah agar seluruh perwakilan diplomatik Republik Indonesia di luar negeri mengaktifkan mode responsif dalam situasi krisis, menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Langkah itu dinilai krusial untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah.

Menurut Amelia, tindakan responsif tersebut mencakup pemetaan cepat jumlah WNI di setiap wilayah perwakilan serta menjalin komunikasi dua arah secara rutin. Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan skenario berjenjang untuk mengantisipasi risiko meningkatnya eskalasi geopolitik.

“Jangan kita, oh aman-aman-aman, tapi skenarionya tidak disiapkan. Jadi pada fase risiko tertentu, pendekatannya adalah perlindungan di tempat atau shelter in place dan pembatasan mobilitas,” kata Amelia di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Politisi Fraksi NasDem itu menegaskan bahwa keselamatan WNI harus menjadi prioritas absolut. Ia menilai situasi kawasan Timur Tengah saat ini sedang tidak aman dan semakin dinamis, terutama setelah terjadinya saling serang antara AS-Israel dan Iran. Opsi relokasi WNI ke titik aman melalui negara-negara tetangga, menurutnya, sudah harus disiapkan sejak sekarang.

“Jangan sampai pemerintah atau kedutaan justru terlambat berpikir tentang hal tersebut saat krisis sudah terjadi. Jadi sudah harus disiapkan dari sekarang-sekarang,” ujarnya.

Amelia juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak konflik terhadap sektor ekonomi dan energi. Mitigasi diperlukan agar gangguan tersebut tidak langsung menekan stabilitas dalam negeri.

Pernyataan ini sejalan dengan peringatan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang menyebut dampak konflik akan semakin terasa dalam hitungan minggu, terutama pada harga minyak dan kelancaran logistik. Praktisi migas Hadi Ismoyo juga memproyeksikan harga BBM dalam negeri berpotensi naik 10-15 persen jika konflik berlangsung lama.

Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Iran kemudian membalas aksi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!