TRENDING

Gempa Tektonik Dangkal Guncang Wilayah Sukabumi dan Sekitarnya

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 13 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Wilayah Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 3,2 pada Jumat (13/2/2026) pukul 13:27:48 WIB. Berdasarkan data parameter terbaru dari BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 6.72 LS dan 106.64 BT, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 22 kilometer Barat Daya Kota Bogor.

Dengan kedalaman hiposenter yang hanya mencapai 7 kilometer, guncangan ini dikategorikan sebagai jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.

Guncangan dirasakan nyata oleh masyarakat di wilayah Kabandungan dengan Skala Intensitas II hingga III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang, hingga terasa seakan-akan ada truk yang sedang berlalu di depan rumah.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan masuk mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur sebagai dampak langsung dari guncangan tersebut.

Monitoring Aktivitas Sesar Aktif dan Gempa Susulan

BMKG melalui Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan sesar di daratan Jawa Barat tersebut. Hingga pukul 13:50 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa susulan. Karakteristik gempa dangkal di wilayah ini memang memerlukan pengawasan saksama karena posisinya yang berada di dekat pemukiman penduduk dan jalur sesar aktif.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menyatakan bahwa lokasi episenter dan kedalaman gempa memberikan konfirmasi kuat mengenai sumber pemicunya. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat,” ungkapnya dalam laporan tertulis di Tangerang Selatan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang melalui kanal komunikasi BMKG. Penanganan informasi yang akurat menjadi krusial guna menghindari kepanikan akibat berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial.
Meskipun belum ada laporan kerusakan, pemeriksaan mandiri terhadap konstruksi bangunan yang terdampak guncangan cukup kuat tetap disarankan sebagai langkah antisipasi dini.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!