Jepang Sungguh-sungguh Wujudkan Investasi, Hambatan di Lapangan Harus Dihilangkan

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 06 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel menegaskan bahwa Jepang bersungguh-sungguh mewujudkan investasinya di Indonesia.

Penegasan tersebut ia sampaikan menanggapi penandatanganan 10 memorandum of understanding (MoU) antara Jepang dan Indonesia yang terjadi di Tokyo saat Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke negara tersebut.

Nilai investasi yang tercantum dalam MoU tersebut mencapai 22,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp384 triliun. Gobel mengingatkan bahwa tantangan utama berada di tingkat pelaksanaan lapangan.

Rachmat Gobel yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen serius mitra dagang Indonesia tersebut.

“Ini bukan basa-basi dan formalitas diplomasi karena kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Tantangannya adalah di tingkat pelaksana lapangan,” ungkapnya dikutip Senin (6/4/2026).

Sepuluh MoU yang ditandatangani mencakup berbagai sektor strategis. Kesepakatan pertama antara Kaltim Methanol Industry dengan PT Pupuk Kalimantan Timur tentang produksi metanol dengan memanfaatkan emisi CO₂ di Bontang.

Kedua, antara Inpex dengan Pertamina untuk kerja sama strategis pengembangan lapangan gas Abadi di Blok Masela. Ketiga, Inpex dengan Pertamina Hulu Energi tentang peluang kemitraan potensial di sektor hulu migas Indonesia dan Asia Tenggara.

Keempat, Hayashi Kinzoku Co Ltd dengan PT Eblo Teknologi Indonesia Development mengenai ekosistem semikonduktor yang mencakup desain dan manufaktur chip elektronika dan AI.

MoU kelima antara Inpex dengan PT Supreme Energy Rajabasa tentang realisasi proyek pembangkit listrik panas bumi Rajabasa. Keenam, PT Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian mengenai ekosistem emas dan inklusi keuangan. Ketujuh, 2Way World dengan PT Nose Herbal Indo tentang kemitraan strategis kecantikan Indonesia-Jepang.
Kedelapan, SMBC Aviation Capital dengan Danantara dan Mandiri Investment Management untuk Mandiri Aviation Leasing Fund. Kesembilan, JETRO dengan Danantara Investment Management untuk memperkuat hubungan kerja sama.

Kesepuluh, Kadin Jepang dan Kadin Indonesia tentang kerja sama perdagangan dan investasi .

Menanggapi kritik bahwa sebagian besar proyek yang tercantum merupakan proyek lama yang belum benar-benar berjalan, Gobel menegaskan bahwa Jepang sangat bersungguh-sungguh merealisasikan perjanjian investasi tersebut.

Ia merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo yang menjamin kepastian dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia, yang disambut tepuk tangan meriah para pengusaha Jepang.

“Itu yang mereka tunggu, karena hambatannya adalah di lapangan,” terang Gobel.

Proyek Blok Masela sendiri memiliki sejarah panjang penuh tantangan. Ditemukan pada 2000 dengan cadangan gas diperkirakan 18,5 triliun kaki kubik, pengembangannya sempat terhambat polemik apakah gas akan diolah di laut lepas atau di darat.

Pada Maret 2016, Presiden Joko Widodo memutuskan gas harus diolah lewat fasilitas di darat . Shell, yang memegang 35 persen saham, berencana hengkang pada 2020, namun Inpex Corporation dari Jepang (65 persen saham) tetap berkomitmen sebagai operator.

Gobel juga menyoroti pertemuan Presiden dengan CEO perusahaan papan atas Jepang dari JBIC, Mitsubishi, Mitsui, Tokyogas, Marubeni, Sumitomo, Sojitsu, Toyota, Panasonic, Inpex, dan Takeda, serta pimpinan Kaidanren (asosiasi perusahaan Jepang).

“Mereka adalah para pengambil keputusan sehingga diharapkan bisa lebih konkret,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!