Duet Aulia Sarah dan Agla Artalidia dalam Film Sengkolo Petaka Satu Suro/Foto: Dede Idrus/IndoragamnewscomIndoragamnewscom, BANDUNG-Film horor Sengkolo Petaka Satu Suro siap menyapa penonton Tanah Air. Film produksi MVP Picture ini akan tayang serentak di seluruh Bioskop pada 22 Januari 2026.

Film ini bercerita tentang mitos malam satu suro yang melekat dengan kebudayaan di Jawa. Dalam film ini, Aulia Sarah memerankan seorang bidan (Rahayu) yang memiliki emosi komplek.
Aulia Sarah beradu akting dengan Alga Artalidia yang berperan sebagai Mirna sahabat Rayahu.
Aulia Sarah mengungkapkan alasan utamanya menerima proyek film ini adalah kekuatan cerita yang ditulis oleh Alim Sudio. Menurutnya, sejak awal membaca naskah, ia merasa cerita Sengkolo memiliki kedalaman yang jarang ditemui dalam film horor.

“Pertimbangannya karena dari segi cerita penulisnya Alim Sudio, bagus sekali. Jadi aku mau,” ujar Aulia saat Skrining Film Sengkolo Petaka Satu Suro di Cihampelas, Bandung, Minggu (18/1/2026)
Aulia juga menyebut kedekatannya dengan produser kreatif Hadrah Daeng Ratu sebagai salah satu alasan kenyamanan selama proses produksi. Sementara dengan sutradara Deni Saputra, ia mengaku baru pertama kali bekerja sama.
Meski demikian, perempuan berusia 34 tahun ini menjalani proses casting seperti biasa. Setelah mendapatkan peran Rahayu dan menerima skrip lengkap, ia semakin yakin telah membuat pilihan yang tepat.
“Begitu dapet perannya dan terima skripnya, wah aku gak salah pilih. Ceritanya emang bagus banget dan karakter Rahayu ini banyak yang bisa dikulik,” katanya.
Bermain di film bergenre horor memang bukan kali pertama bagi Aulia Sarah. Finalis Gadis Sampul 2005 ini mengatakan kembali tertarik main film horor karena punya karakter yang berbeda.
“Aku selalu suka aja sih, walaupun temanya horor. Tapi ternyata karakter-karakternya tuh selalu berbeda. Dan banyak banget yang bisa kita eksplore gitu dari karakter tersebut. Apalagi disini kan Rahayu jadi bidan. Wah kapan lagi belajar bisa melahirkan, membantu orang melahirkan gitu,” ungkapnya.
Sisi paling menarik dari karakter Rahayu, menurut Aulia, adalah konflik batin yang ia pendam. Rahayu terlihat baik-baik saja di luar, namun menyimpan kekacauan besar dalam dirinya.
“Dia selalu menolong banyak orang, tapi tidak sempat menolong dirinya sendiri. Itu ironis dan sangat menarik untuk dimainkan,” ucapnya.
Adegan yang paling menguras energi selama syuting adalah saat kesurupan. Aulia mengaku semakin mengenal karakter Rahayu justru membuatnya ikut merasakan luka emosional yang dalam.
“Rahayu tuh kayaknya penuh dengan luka gitu. Akhirnya ya gak tau ya aku makin rasa deket sama si Rahayu gitu. Tapi kayak makin sebel gitu. Kayak kenapa sih gue harus main ini. Berat banget,” ujarnya.






