Rashad Vaughn saat membela Kesatria Bengawan Solo di IBL GoPay 2026/Foto: IBLIndoragamnewscom, JAKARTA-Kesatria Bengawan Solo mengambil langkah mengejutkan di tengah kompetisi IBL GoPay 2026 dengan melepas Rashad Vaughn, padalah tim menunjukkan perkembangan positif akhir-akhir ini.

Manajemen klub asal Jawa Tengah itu menilai rekor 3-7 di paruh musim pertama tidak sesuai dengan target yang dicanangkan, sehingga evaluasi pun berujung pada perombakan pemain asing.
Dari tiga pemain asing yang dimiliki, posisi Vaughn dinilai sebagai yang paling lemah—bukan dari kontribusi individu, melainkan kebutuhan tim secara keseluruhan.
Kentrell Barkley tetap menjadi andalan utama sejak pulih dari cedera, sementara Deon Thompson diandalkan dalam skema pertahanan berkat keunggulan tinggi badan.

Adapun Vaughn, meski mampu menyumbang 20,1 poin per game dalam delapan pertandingan, dianggap sebagai pemain asing ketiga dalam rotasi pelatih Anthony Garbelotto.
Kendati demikian, Kesatria butuh lebih dari sekadar angka. Mereka mendambakan sosok yang kuat dalam bertahan sekaligus memiliki akurasi tembakan jarak jauh. Pasalnya, persentase field goals three points tim ini tercatat rendah, hanya 22,7 persen.
“Dengan pertimbangan yang matang,” manajemen yakin melepas Vaughn dan akan segera mendatangkan tenaga baru untuk mendongkrak performa di paruh musim kedua yang dimulai Maret nanti.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Kesatria tak ingin berlarut dalam zona aman. Di tengah persaingan ketat IBL, keputusan mengganti pemain asing di pertengahan musim kerap menjadi pisau bermata dua: bisa mengangkat performa tim atau justru merusak chemistry yang sudah terbangun. Namun bagi tim dengan rekor negatif, risiko tersebut mungkin harus diambil.







Tidak ada komentar