Kim Seon Ho di tengah sorotan isu dugaan penggelapan pajak/Foto: WikipediaIndoragamnewscom-Di tengah momentum popularitasnya yang kembali menanjak, aktor Korea Selatan Kim Seon Ho mendadak diterpa isu serius. Ia dituding terlibat dalam praktik penggelapan pajak, sebuah tuduhan yang langsung mengundang perhatian publik dan penggemar.

Menanggapi kabar tersebut, agensi Kim Seon Ho, Fantagio, angkat bicara pada awal Februari. Dalam pernyataan resminya, Fantagio dengan tegas membantah sang aktor terlibat dalam pelanggaran hukum perpajakan.
“Kim Seon Ho saat ini menjalankan aktivitas di bawah kontrak eksklusif yang ditandatangani atas nama pribadinya dengan Fantagio, dan semua kontrak serta aktivitas telah mematuhi prosedur hukum dan pajak dengan saksama,” jelas Fantagio.
Fantagio juga menepis dugaan bahwa pendirian perusahaan tertentu berkaitan dengan upaya penghindaran pajak.

“Perusahaan sebelumnya yang disebutkan dalam laporan tersebut didirikan untuk produksi teater dan kegiatan terkait, dan tidak dibuat untuk tujuan pengurangan pajak atau penghindaran pajak.”
Namun, sorotan publik tak berhenti pada alasan pendirian perusahaan. Fokus utama tuduhan justru mengarah pada bagaimana perusahaan tersebut dijalankan.
Dalam laporan yang beredar, disebutkan bahwa pada awal 2024 Kim Seon Ho mendirikan sebuah perusahaan perencanaan kinerja yang terdaftar di alamat kediamannya di Yongsan-gu, Seoul. Perusahaan itu dikabarkan menunjuk kedua orang tuanya sebagai direktur dan auditor internal.
Kontroversi kemudian mencuat lantaran muncul dugaan bahwa orang tua Kim Seon Ho menerima gaji bernilai jutaan hingga puluhan juta won, meski aktivitas bisnis perusahaan dinilai sangat minim. Tak hanya itu, kartu perusahaan disebut-sebut digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup dan hiburan pribadi.
Fantagio memang menyatakan bahwa perusahaan tersebut kini tengah dalam proses pembubaran. Namun, agensi tidak menjelaskan secara rinci alasan penutupan tersebut jika memang tidak ditemukan pelanggaran, situasi yang justru memicu kecurigaan lebih lanjut.
Dalam kasus sengketa pajak yang melibatkan figur publik, salah satu aspek yang paling diawasi ketat oleh otoritas pajak Korea adalah praktik yang dikenal sebagai biaya tenaga kerja fiktif. Skema ini biasanya muncul ketika anggota keluarga terdaftar sebagai eksekutif atau karyawan dan menerima gaji.
Otoritas pajak akan menilai apakah pekerjaan benar-benar dilakukan. Jika tugas dan catatan kerja tidak jelas, gaji tersebut dapat dianggap tidak sah sebagai pengeluaran perusahaan dan diklasifikasikan ulang sebagai pendapatan pribadi, yang berujung pada kewajiban pajak tambahan serta denda.
Kasus serupa bukan kali pertama terjadi di industri hiburan Korea. Penyiar Park Na Rae sebelumnya juga sempat terseret isu pengelolaan perusahaan keluarga dan penggunaan dana yang tidak semestinya.
Sementara itu, rekan satu agensi Kim Seon Ho, Cha Eun Woo, belum lama ini ikut disorot karena struktur agensi satu orang yang melibatkan anggota keluarga, hingga memunculkan spekulasi dugaan penggelapan pajak bernilai puluhan miliar won.
Para pakar menilai bahwa mendirikan perusahaan secara pribadi bukanlah tindakan ilegal. Namun, pembayaran gaji kepada kerabat serta penggunaan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi merupakan area paling sensitif dalam audit pajak dan memerlukan transparansi penuh yang didukung dokumen konkret.
Kim Seon Ho sendiri baru saja kembali ke sorotan publik setelah melewati masa introspeksi panjang akibat kontroversi pribadi pada 2021. Kesuksesannya lewat film The Childe dan serial Netflix Can This Love Be Translated? menjadi penanda kebangkitan kariernya.
Namun kini, isu pajak yang mencuat dikhawatirkan dapat kembali mengganggu momentum comeback yang telah ia bangun dengan susah payah.







Tidak ada komentar