Bhayangkara FC Youth Minta Maaf dan Kecam Dugaan Rasisme dalam Laga Panas EPA U-20

3 menit membaca
admin
Olahraga - 20 Apr 2026

Indoragamnews.com, SEMARANG–Pertandingan pekan ke-32 Elite Pro Academy Super League U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United FC U-20 di Stadion Citarum, Sabtu (19/4) sore, berlangsung sengit namun berakhir dengan kontroversi dan kericuhan yang melibatkan pemain hingga ofisial kedua tim.

Dalam laga ketat tersebut, Dewa United U-20 berhasil mencuri kemenangan 2-1. Tim tamu membuka keunggulan melalui Kelivin Ananda Hairulis pada menit ke-16, sebelum Bhayangkara menyamakan kedudukan lewat Aqilah Lissunnah di menit ke-65.

Ketegangan memuncak saat Dewa United mencetak gol kedua melalui Abu Thalib pada menit ke-81. Gol tersebut memicu protes keras kubu Bhayangkara karena dinilai berada dalam posisi offside. Namun, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Situasi kemudian memanas. Adu argumen antar pemain tak terhindarkan dan berujung keributan di lapangan. Berdasarkan rekaman video yang beredar, seorang pemain Dewa United bernomor punggung 158 diduga melakukan pemukulan terhadap pemain Bhayangkara, lalu berlari ke arah bangku cadangan sambil melakukan gestur provokatif.

Kericuhan meluas hingga ke area bench. Sejumlah pemain terlibat cekcok, bahkan pelatih Bhayangkara U-20 yang berusaha melerai dilaporkan turut menjadi korban pemukulan. Dalam insiden yang sama, pemain Dewa United lainnya dengan nomor 107 juga terlihat melakukan tendangan ke arah lawan.

Sejak awal laga, beberapa keputusan wasit disebut merugikan Bhayangkara dan memperkeruh suasana. Bahkan sebelum gol kedua tercipta, terdapat dugaan pelanggaran keras yang tidak mendapat sanksi.

Di tengah tensi tinggi, pemain Bhayangkara, Alberto, terlihat melakukan aksi balasan dengan menendang pemain lawan. Tindakan itu diduga dipicu akumulasi emosi sepanjang pertandingan, termasuk adanya dugaan ucapan rasis yang hingga kini belum terkonfirmasi secara resmi.

Manajemen Bhayangkara FC Youth menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut sekaligus mengecam keras segala bentuk kekerasan dan rasisme.

“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dan khususnya rasisme dalam pertandingan. Kami juga mengecam keras segala bentuk provokasi dan tindakan rasis yang terjadi,” demikian pernyataan resmi manajemen.

Pihak manajemen juga mengungkapkan bahwa situasi di lapangan sangat emosional, terutama karena adanya dugaan perlakuan rasis terhadap Alberto. Meski begitu, mereka menegaskan bahwa tindakan balasan tetap tidak dapat dibenarkan.

Saat ini, Bhayangkara FC Youth tengah mengumpulkan bukti untuk diserahkan kepada pihak berwenang agar insiden ini dapat ditindaklanjuti secara profesional dan adil.

Sementara itu, Alberto secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya. Ia mengaku terpancing emosi, namun berharap dugaan tindakan rasis tidak terjadi lagi di masa depan.

“Saya terpancing emosi, saya minta maaf, tapi saya juga berharap kejadian rasis tidak terulang,” ujarnya.

Usai pertandingan, Alberto juga dilaporkan mendatangi pemain dan ofisial Dewa United U-20 untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Hingga kini, publik masih menantikan klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara kompetisi terkait berbagai kontroversi dalam laga tersebut, mulai dari keputusan wasit, insiden kekerasan, hingga dugaan rasisme. Peristiwa ini menjadi catatan serius bagi pembinaan sepak bola usia muda agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai fair play. (sat)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!