Pemerintah Lewat Danantara Masuk Saham Aplikator Ojol, Dasco: Potongan Akan Diturunkan

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 03 Mei 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Nasib buruh yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) termasuk soal besaran potongan biaya oleh aplikator mulai mendapat perhatian serius negara.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Danantara saat ini telah mulai masuk dalam struktur kepemilikan saham sejumlah aplikator.

“Paling pertama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator, tadinya 20 atau 10 persen, sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen,” ujar Dasco dikutip Minggu (3/5/2026).

Dasco menjelaskan bahwa dengan masuknya Danantara dalam struktur kepemilikan saham, kebijakan yang menyangkut sistem kerja dan pembagian pendapatan akan disesuaikan secara bertahap. Langkah awal yang akan ditempuh adalah menurunkan persentase potongan biaya yang diambil oleh aplikator.

Selain itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menerangkan bahwa pembahasan mengenai status pengemudi ojol—apakah sebagai pekerja atau mitra—masih dalam tahap simulasi dan kajian. Dasco menegaskan bahwa proses tersebut tidak akan dilakukan sepihak, melainkan melibatkan organisasi dan komunitas pengemudi ojol.

“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk. Karena pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator itu mengambil bagian saham,” pungkas Dasco.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ini juga menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah dalam struktur aplikator, termasuk melalui kepemilikan saham, membuka ruang untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari, serta Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni. Dari pihak buruh, aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat terdiri dari Konfederasi KASBI, FSBMM, Sindikasi Pekerja Media dan Industri Kreatif, FSBM, KSN, Serikat Pekerja Kampus, serta perwakilan pekerja medis dan kesehatan.

Selain itu turut hadir juga KPBI, elemen petani dari Konsorsium Pembaruan Agraria, mahasiswa dari LMID, SMI, dan SEMPRO, serta organisasi masyarakat sipil seperti YLBHI, LBH Jakarta, KontraS, WALHI, dan Greenpeace.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

11 hours ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!