Pemerintah Percepat Program SMK Go Global

3 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 20 Nov 2025

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pemerintah mempercepat langkah besar menyiapkan tenaga kerja terampil berskala global melalui Program SMK Go Global.

Arah kebijakan ini dipertegas dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, dengan fokus pada roadmap penempatan 500 ribu pekerja migran terampil yang akan dimulai pada Desember 2025 bertepatan dengan Hari Migran Internasional.

Rapat turut dihadiri Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin beserta jajaran pejabat eselon I terkait.

Dalam arahannya, Menko Muhaimin menyoroti urgensi penyerapan 1,63 juta lulusan SMK yang saat ini tidak bekerja atau tidak melanjutkan pendidikan. Menurutnya, Program SMK Go Global menjadi mandat strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses lapangan kerja luar negeri secara besar-besaran.

“Ada tambahan anggaran Rp25–30 triliun untuk memperkuat vokasi dan penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri. Targetnya, tahun 2026 kita tempatkan 1 juta lulusan SMK sebagai tenaga kerja profesional global,” tegas Muhaimin, Selasa (18/11/2025).

Tiga sektor utama yang menjadi prioritas adalah caregiver, welder, dan hospitality, dengan lima negara tujuan utama: Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Ia menegaskan bahwa Kementerian P2MI kini menjadi pilar utama dalam penyerapan tenaga kerja terampil untuk pasar global. “Ini bagian dari perluasan akses lapangan kerja yang masif bagi anak-anak muda Indonesia.”

Menteri P2MI Mukhtarudin melaporkan bahwa pelatihan tenaga kerja untuk sektor-sektor prioritas sudah berjalan intensif di berbagai daerah.

“Kita bekerja sama dengan Kemenperin, BLK Kemenaker, perguruan tinggi, dan SMK-SMK yang sudah memiliki Kelas Migran. Di Lampung, akhir tahun ini ada 200 orang yang siap kita lepas,” ungkap Mukhtarudin.

Ia menjelaskan bahwa penempatan 500 ribu pekerja migran terampil akan kick-off pada pertengahan Desember 2025. Untuk tahap awal, sebanyak 500 peserta SMK Go Global menjadi kelompok pertama yang diberangkatkan.

“Saat ini ada 4.600 calon pekerja migran yang sudah terdata. Untuk gelombang awal, 500 orang dulu. Tahun 2026 baru kita gaspol mencapai 500 ribu sesuai target besar Pemerintah,” jelasnya.

Mukhtarudin menegaskan bahwa Kementerian P2MI memiliki data lengkap mengenai negara tujuan, kuota sektor, hingga jenis kompetensi yang dibutuhkan. Data tersebut menjadi dasar koordinasi dengan lembaga vokasi pusat dan daerah.

“Kami yang punya peta peluang penempatan. Negara mana, sektor apa, kompetensi seperti apa. Semua sudah clear, tinggal menunggu pencairan anggaran tambahan dari Presiden,” ujar Mukhtarudin.

Untuk gelombang Desember 2025, pelatihan dan keberangkatan 500 orang pertama akan menggunakan anggaran internal P2MI sebesar Rp1 miliar.

“Ini bukti eksekusi lapangan bahwa program berjalan. InsyaAllah dengan tambahan anggaran besar tahun depan, target 500 ribu di 2025 dan 1 juta di 2026 dapat kita penuhi,” tegas Menteri Mukhtarudin.

Rapat ditutup dengan arahan Menko Muhaimin agar seluruh kementerian dan lembaga segera menyinkronkan data, kurikulum pelatihan, dan jadwal keberangkatan agar Indonesia mampu menjadi pemasok utama tenaga kerja terampil profesional di pasar global.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!