Gedung Bursa Efex Indonesia/Foto: WikipediaIndoragamnewscom, JAKARTA-Pasar modal Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Dalam dua hari terakhir, Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanda guncangan hebat yang bikin para investor kaget. Saking panasnya situasi ini, pimpinan BEI bernama Imam secara mengejutkan memilih mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Fenomena ini pun memancing reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro. Ia blak-blakan menyebut kondisi ini sebagai peringatan serius bagi kesehatan ekonomi nasional.
Ternyata, salah satu pemicu utama kegaduhan ini adalah polemik free float atau jumlah saham yang benar-benar beredar di publik. Lembaga internasional sekelas MSCI mulai meragukan transparansi emiten di Indonesia.
Fauzi Amro menekankan agar para emiten jangan “main mata” soal administratif saja. “Yang menjadi persoalan sekarang, MSCI masih meragukan apakah free float itu benar-benar untuk publik atau justru masih dimiliki oleh pihak yang sama,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.

Dengan jumlah emiten yang hampir menembus angka 1.000 perusahaan, kejujuran emiten adalah kunci agar investor global nggak “kabur” dari pasar modal kita.
Meski prihatin dengan guncangan pasar, Fauzi mengapresiasi langkah Imam yang mundur dari pucuk pimpinan bursa. Menurutnya, ini adalah contoh tata kelola yang jantan.
“Kalau seorang pimpinan gagal, tentu harus ada konsekuensinya. Mudah-mudahan pengganti ke depan bisa lebih baik,” ujarnya saat Kunjungan Kerja ke Bengkulu, Jumat (30/1/2026).
Kabar baiknya, per hari Jumat (30/1), aktivitas perdagangan di bursa mulai menunjukkan tanda-tanda stabil dibanding dua hari horor sebelumnya. OJK pun berkomitmen untuk melakukan “bersih-bersih” dan negosiasi ulang dengan MSCI agar ketentuan kepemilikan publik (20-30 persen) benar-benar mencerminkan realita, bukan sekadar angka di atas kertas.
“Kami berharap pasar modal kita ke depan semakin sehat, kredibel, dan dipercaya oleh investor domestik maupun global,” pungkas Fauzi.







Tidak ada komentar